Korban warga kampung Cikiara, kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, kota Tasikmalaya terbawa arus sungai saat dikabarkan terbawa arus sungai yang cukup deras langsung dilakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai.
Nenek Reza, Iting (50) tetap berharap cucunya yang duduk dibangku sekolah kelas 1 SMP di Tasikmalaya dapat ditemukan secepatnya oleh aparat keamanan dan Tim Sar.
"Saya harap cucu saya bisa ditemukan secepatnya," katanya yang mengaku sejak cucunya hanyut di sungai selalu terbawa mimpi.
Ia menjelaskan, Reza yang tinggal bersamanya karena ibu kandungnya Titin (31) bekerja di Negara Malaysia sebagai tenaga kerja wanita, sedangkan bapak kandung Reza tinggal di Tasikmalaya.
Menurut Iting, saat peristiwa naas menimpa cucunya terbawa arus sungai Cimulu, ibu kandungnya belum diberitahu, namun, akhirnya diberitahukan oleh neneknya melalui saluran telepon.
"Saat ditelepon ibunya disana (Malaysia) menangis ketika diberitahu anaknya hanyut di sungai," kata Iting.
Sementara itu, Tim Sar sejak dilapori ada seorang anak hanyut disungai langsung melakukan pencarian di sungai Cimulu hingga perbatasan daerah Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.
Namun korban yang diduga sudah meninggal dunia belum mendapatkan titik terang keberadaan jasad Reza di sepanjang aliran sungai Cimulu di kawasan lintasan sungai di Tasikmalaya.
Sementara itu korban yang terseret arus sungai itu sebelumnya berenang bersama teman sebayanya Cecep (15) sesaat setelah hujan deras mengguyur Tasikmalaya.
Saat sedang berenang di pinggiran sungai dengan arus cukup besar tiba-tiba kedua bocah tersebut terseret arus sungai, beruntung Cecep sempat tersangkut di antara ranting dan akar pepohonan di pinggiran sungai.
Cecep yang ditemukan dalam keadaan lemas beruntung cepat ditemukan dan ditolong warga setempat yang sedang berada di pinggiran sungai sekitar 500 meter dari lokasi tenggelam.
***4***
(U.PK-FPM/B/A033/A033) 01-02-2010 22:37:01
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.