Cimahi, 21/1 (ANTARA) - Wali Kota Cimahi, akan mengevaluasi Dinas Pendidikan (Disdik), terkait dengan pemanggilan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Djoko Santoso, oleh Polresta Cimahi sebagai saksi dalam kasus ambruknya tembok lantai III Gedung SD Cipageran Mandiri I.

"Pada dasarnya, masalah evaluasi bukan karena terkait ini (pemanggilan Kadisdik oleh polisi), evaluasi itu kan bukan hanya masalah fisik saja tapi juga masalah pelayanan," kata Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija, usai melakukan inspeksi mendadak di Kantor Bapperda Cimahi, Jumat.

Itoc menyatakan, pemanggilan Kadisdik oleh aparat kepolisian merupakan hal yang wajar.

"Itu (pemanggilan) wajar-wajar saja, karean pemanggilan tersebut menyangkut kegiatan umum yg khawatir menimbulkan korban atau kecelakan," ujar Itoc.

Pihaknya menyatakan, ambruknya tembok lantai III SD Cipageran Mandiri I bukan karena lemahnya pengawasan dari Disdik Kota Cimahi.

"Disdik sudah menyerahkan pengawasan kepada pihak swasta, artinya kita merekrut konsultan. Nah, dengan adanya kejadian ini konsultan harus lebih bertanggung jawab lagi," katanya.

Pihaknya menyatakan, setelah melihat perencanaan pembangunan gedung SD Cipageran Mandiri I, tidak ada kesalahan dalam proses konstruksinya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Cimahi DJoko Santoso, menjalani pemeriksaan selama dua jam di Mapolresta Cimahi, Selasa (19/1) lalu.

DJoko yang datang seorang diri diperiksa sebagai saksi terkait kasus robohnya bangunan SD Cipageran Mandiri I, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu.

Kapolresta Cimahi AKBP Rusdi Hartono melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Zubair mengatakan Joko diperiksa dalam kapasitas sebagai Kadisdik Kota Cimahi.

Materi pemeriksaan seputar proses tender proyek bangunan yang roboh itu. Pihak kepolisian juga ingin mengetahui siapa penerima dan pelaksana proyek tersebut.

"Kami ingin mengetahui prosedur tendernya seperti apa. Kami juga ingin bertanya siapa yang mengerjakan proyek itu, sekaligus bertanya mengapa proyek itu bisa jatuh ke seseorang yang ternyata hasil pekerjaannya mengecewakan," kata Achmad Zubair.

Adjat S
(U.PK-ASJ/B/E001/E001) 22-01-2010 16:02:16


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026