Menjelang Selasa sore, tiga rumah milik warga di Kampung Ciherang Sasak, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Cianjur itu, mulai ditempati.
Meskipun hanya diperbaiki sementara bagian rumah yang ambrol dihantam air bah setinggi tiga meter itu, Ahmad, Ma Ipah, dan Kosasih, telah kembali menghuni rumahnya.
Ahmad mengatakan, mereka memilih kembali ke rumah karena malu jika menumpang di rumah tetanga.
Mereka lebih suka tidur di rumah masing-masing meskipun tidak ada lagi harta benda mereka yang tersisa. Bahkan pada Selasa, mereka hanya tidur beralaskan tikar.
"Semua barang-barang yang ada terbawa air bah. Hanya kasur basah yang tersisa," kata Ahmad.
Sedangkan Ma Ipah yang mengetahui rumahnya rusak akibat air bah it hanya bisa menangis. Ia sempat limbung ketika melihat rumahnya rusak berat dan barang-barang miliknya hilang.
Saat peristiwa terjadi, kata dia, ia sedang berada di rumah anaknya. Ia baru tahu rumahnya rusak dihantam air bah keesokan harinya dari tetanga.
"Harta bisa dicari, saya menangis karena membayangkan kalau ada di dalam rumah. Mungkin saya sudah tidak ada karena terbawa air bah," katanya.
Sementara itu pihak Kecamatan Cugenang menyatakan akan memberikan bantuan sesuai dengan kerusakan.
Bahkan, ungkap Camat Cugenang Cecep S, pihaknya akan meminta tanggung jawab pengelola perumahan yang dinilai lalai memperhatikan saluran pembuangan yang melintas di perkampungan warga itu.
Sedangkan akses masuk dan keluar perumahan Kota Gardenia, yang sempat tertutup air setinggi dua meter sudah dapat kembali dilalui.
Fikri
(U.K-FKR/C/s018/s018) 05-01-2010 19:41:54
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.