"Kita harapkan pengerjaan jembatan tersebut sesuai jadwal. Karena itu segala persiapan dari awal kita koordinasikan secara matang," kata Kepala Kordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah III provinsi Jabar, Ano Sutrisno kepada wartawan usai rapat koordinasi pembangunan jembatan itu di Cirebon, Rabu.
Menurut dia, perencanaan pembangunan jembatan layang tersebut sudah berlangsung cukup lama, yakni sejak 2003. Kontrak pembangunan jembatan layang tersebut baru ditanda tangani akhir Nopember 2009.
Dikatakannya, dana pembangunan tersebut berasal dari APBN sebersar Rp69 miliar lebih dan bantuan lunak dari Jepang sekitar Rp60 miliar.
Total panjang jembatan 760 meter dengan lebar jalur jembatan 3,5 meter.
Dalam rapat koordinasi tersebut terungkap antara lain, masalah yang mungkin timbul karena pembangunan jalan layang tersebut di lokasi pasar Gebang.
Disamping itu, berdasarkan pengalaman pembangunan jalan tol yang melintasi Kabupaten Cirebon, sebanyak 16 ruas jalan kabupaten rusak karena angkutan berat yang membawa material proyek tol.
Selain itu, ada beberapa bangunan masyarakat yang harus dibongkar, katanya.
Terhadap ketiga permasalahan tersebut harus benas-benar dikoordinasikan dengan matang, misalnya harus disepakati jalan khusus untuk mengangkut material agar jangan semua jalan di Kabupaten menjadi rusak akibat pembangunan jalan layang.
Selain itu, perlu dicari jalan alternatif ketika pelaksaan proyek untuk kendaraan kecil agar arus lalu lintas lancar.
Dalam rapat juga terungkap jika jalur di pantura tersebut ada gangguan sampai satu jam, maka kendaraan bisa macet sepanjang satu kilometer.
Dengan dibangunnya jembatan layang tersebut, maka akan memperlancar arus lalu lintas karena selama ini di lokasi tersebut berhimpitan dengan pasar Gebang yang hampir setiap hari tumpah ke jalan, lebih-lebih hari pekan yakni Rabu, katanya.
Yasad Ali
(T.Y003/B/M019/M019) 23-12-2009 16:05:30
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026