Salah seorang ketua RW di kampung tersebut, Nana (43), kepada wartawan, Jumat mengatakan, banyak warga di lingkungannya terserang penyakit aneh atau cikungunya. "Termasuk sejumlah anggota keluarga saya. Sekarang mereka masih berbaring di rumah karena merasakan kakinya bengkak-bengkak," katanya.
Ia menerangkan, wabah penyakit cikungunya diketahui mulai marak sejak beberapa pekan yang lalu.
Kata Nana, atas keluhan penyakit tersebut warga berinisiatif berobat ke puskesmas dan rumah sakit terdekat, hingga sekarang sebagian warga sudah berangsur sembuh.
Namun, sebagian besar warga yang terserang masih merasakan sakit dengan kondisi badan di sekujur tubuhnya merasakan pegal dan linu serta lemas.
"Warga yang masih merasakan sakit memilih diam berbaring di rumahnya masing-masing," katanya.
Sementara itu kata Nana dari hasil pendataan yang dilakukan pihak kantor desa setempat, warga yang menderita penyakit cikungunya sebanyak 171 orang.
"Termasuk di kawasan RW kami yang paling banyak terserang penyakit cikungunya," kata Nana. ***3***
Feri Purnama
(U.PK-FPM/B/H-KWR/H-KWR) 18-12-2009 21:40:51
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.