Cirebon, 16/12 (ANTARA) - Kota Cirebon, Jawa Barat yang berpenduduk sekitar 290 ribu jiwa bertekad untuk dapat memenuhi kebutuhan daging secara swasembada, sehingga tidak lagi harus memdatangkan dari luar kota.

"Kami akan berupaya agar kebutuhan daging sekitar 10 kilogram per kapita per tahun dapat dipenuhi oleh peternak yang ada di dalam kota," kata Kepala Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon Odi Suyadi, kepada wartawan di Cirebon, Rabu.

Menurut dia, karena wilayah Kota Cirebon tidak begitu luas, maka ternak pegaging yang memungkinkan untuk dikembangkan adalah domda, kambing, itik dan ayam.

Pengembangan ternak tersebut selain untuk kebutuhan sehari-hari, juga guna memenuhi permintaan pasar pada hari-hari tertentu seperti hari raya Idul Adha, terutama untuk hewan kurban.

Dikakatakan, untuk memelihara ternak domba dan kambing tidak memerlukan lahan yang luas. "Yang penting tersedia kandang yang baik dan makanan yang cukup," ujarnya.

Kondisi kota yang tidak begitu padat bangunan, menurut dia masih sangat dimungkinkan untuk dilakukan pemeliharaan domba dan kambing. Sedangkan masalah pakan, bisa diambilkan dari kabupaten terdekat, seperti Kabupaten Cirebon.

Mengenai bibit, ia mengatakan akan mengusahakan kambing India yang pertumbuhannya cukup bagus.

"Hanya saja sekarang perlu dana stimulan untuk para peternak agar mereka lebih bergairah," katanya.

Ia menjelaskan, sejauh ini hasil ternak yang ada belum mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Cirebon yang tingkat konsumsinya mencapai 10 kilogram per kapita per tahun.

Namun, lanjut dia, kekurangan tersebut dapat dipenuhi dari luar kota, terutama dari Kabupaten Kuningan yang dikenal sebagai daerah penghasil ternak.

Seperti pada waktu Idul Adha, misalnya, Kota Cirebon membutuhkan sekitar 4.000 ternak untuk kurban, sementara yang ada di kota kurang dari 10 persen. "Untuk itu, kekurangannya kami datangkan dari luar kota," katanya, menjelaskan. ***2***

Yasad Ali
(T.Y003/B/P004/P004) 16-12-2009 09:07:36


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026