Cianjur, 7/12 (ANTARA) - Sedikitnya 60 siswa SDN Sukakerta, Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong, terpaksa mengikuti ulangan semester di dalam ruang kelas yang rusak dan lainnya di tenda.

"Kami terpaksa mengelar ujian semester di tenda dan di ruang kelas yang sudah rusak parah namun kami paksakan untuk dipakai, bantuan dari pemerintah belum datang," kata Didi Supriadi, Kepala Sekolah SDN Sukakerta, Senin.

Hingga saat ini, bangunan sekolah yang rusak berat akibat gempa beberapa waktu lalu belum juga di bangun kembali.

Konsentrasi siswa kelas 3 dan 4 yang mendapatkan jatah ujian di dalam kelas yang dipaksakan untuk dipakai tampak terpecah. Mereka takut sewaktu-waktu atap akan jatuh sehingga sebagian besar mengaku tidak dapat dengan tenang mengisi soal yang ada di hadapan mereka.

"Kami tidak bisa konsentrasi karena was-was kalau atap bangunan jatuh menimpa kami. Hari pertama saja sudah seperti ini," kata Isni (8), siswi kelas 4.

Selain mengelar ujian di ruang kelas yang rusak berat, pihak sekolah juga mengelar ujian di dalam tenda yang selama ini di sulap menjadi ruang kelas.

Sama halnya dengan ruang kelas yang rusak berat, tenda yang digunakan sudah tidak layak pakai. Bagian atas tenda sudah banyak yang bocor, ketika hujan turun banjir dan ketika matahari terik panas.

"Sama saja di ruang kelas yang rusak sama di tenda. Kalau datang hujan sudah pasti becek dan banjir. Harapan kami dapat bantuan dari pemrintah untuk membangun sekolah ini kembali," kata Ruhiyat salah seorang guru.

Sementara itu, untuk tetap melakukan ujian bagi seluruh siswa yang berjumlah 150 orang siswa, pihak sekolah terpaksa membagi jadwal, pagi siang dan sore.

"Agar proses belajar mengajar tidak terganggu, kami menerapkan sistem ujian pagi, siang dan sore. Itupun jika tidak turun hujan," ucap kepala sekolah. ***3***

Fikri
(U.K-FKR/B/R007/R007) 07-12-2009 16:29:18


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026