Kepala Dinkes Jabar, Alma Lucyati, di Bandung, Rabu, mengatakan, diperkirakan pada Desember 2009 hingga Januari 2010 merupakan puncak musim hujan. Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan sendiri melakukan status siaga Demam Berdarah.
"Seperti kita ketahui nyamuk Demam Berdarah selalu datang ketika musim penghujan tiba. Mereka hidup dalam genangan air," ujar Alma.
Alma menghimbau kepada masyarakat agar bisa menguasai nyamuk tersebut. "Jangan sampai nyamuk menguasai kita, dan bahkan kita yang harus menguasai nyamuk tersebut agar tidak berkembang biak," katanya.
Penguasaan tersebut, kata Alma, dengan mencegah beredarnya nyamuk demam berdarah tersebut. Seperti, menguras bak mandi, membersihkan dan menaburkan bubuk Abate (obat pembunuh dentik nyamuk).
"Apabila tidak segera dicegah, nyamuk tersebut akan beredar dan penderita DBD makin banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ujarnya.
Disinggung mengenai penderita DBD di Jabar, Alma mengatakan, Kota Bandung paling banyak penderita DBD pada tahun 2009 sebanyak 5292 penderita.
"Selain Kota Bandung, Kota bekasi nomor dua di JKabar yakni sebanyak 3449 penderita DBD," ujarnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, data DBD dari Dinas Kesehatan Jawa Barat mengenai jumlah penderita DBD di Jabar selain Bandung dan Bekasi dilanjutkan juga Kota Depok 1769, Kabupaten Bogor 1580, kabupaten Bekasi 1480, Kota Cimahi 1395, Kota Bogor 1150, Kabupaten Indramayu 1096, Kota Tasik 884, Kabupaten Purwakrta 764, dan Kota Sukabumi 695.
Untuk jumlah kematian terjangkit penyakit DBD paling besar di wilayah Kabupaten Indreamayu dengan 3 persen. Dilanjutkan dengan Subang 2,6 persen, Kabupaten Bekasi 2 persen dan Kabupaten Bandung 1,9 persen.***3***
Jaka Permana
(T.PSO-058/B/M019/M019) 02-12-2009 19:12:10
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.