"Kami sedang mengecek kebenaran penyakit filariasis yang diidap salah seorang warga, sebab Kota Bandung bukan daerah endemis filariasis. Sedangkan dua warga dari Cinambo dan Babakan Ciamis, mengidap filariasis semenjak dari Solo, sebelum datang ke Bandung," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Bandung, Rita Verita, kepada wartawan, Senin.
Ia menjelaskan, ES diduga mengidap penyakit filariasis atau kaki gajah sudah empat tahun. Makanya, saat ini Dinkes sedang melakukan investigasi di kediaman Enok untuk mengetahui asal mula penyakit tersebut.
"Kami lagi ngecek ke rumah pasien di Babakan Ciparay untuk memastikan apakah penyakit itu filariasis atau bukan. Soalnya kan Bandung bukan daerah endemis filariasis," ujarnya.
Rita mengaku, Dinkes Kota Bandung menerima laporan tentang pasien yang di duga terkena filariasis itu dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) pada Rabu (25/11). Untuk memastikan penyakit tersebut filariasis, Dinkes langsung mengirim petugas ke rumah pasien.
Sebelumnya diberitakan bahwa Tiga orang warga Bandung diduga terjangkit penyakit kaki gajah atau disebut juga dengan Filariasis.
Kepala Seksi Pemantau Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Kuswara Sonka, Senin, menuturkan, warga Kota Bandung yang terjangkit virus Filariasis tersebut adalah, Warga Babakan Ciparay, Warga Babakan Ciamis dan Warga Cinambo.
"Untuk warga yang di Babakan Ciparay kami berencana melakukan investigasi pada malam ini (Senin). Karena pada malam hari virus mikro filariasis mulai berfungsi," katanya.
Menurut Kuswara, pihaknya masih memastikan apakah warga Babakan Ciparay terjangkit virus Filariasis atau bukan.
"Kami belum bisa memastikan apakah itu penyakit kaki gajah atau bukan. Karena yang kaki besar tidak selalu terjangkit kaki gajah," ujarnya.
Dia menambahkan, untuk warga Babakan Ciamis dan Cinambo dipastkan sudah terjangkit virus Filariasis. Namun, virus tersebut tidak akan menular.
"Dua warga tersebut sudah terjangkit virus Filariasis secara negatif. Apabila sudah dinyatakan negatif berarti virus mikro filariasisnya sudah mati. Jadi tidak akan menular," ungkapnya.
Kuswara menuturkan, tidak bisa memberitahukan alamat lengkap dan nama kedua orang tersebut karena pihak keluarga tidak ingin dipublikasikan.
"Kalau untuk nama dan alamat, saya tidak bisa memberitahukan. Karena pihak keluarga tidak ingin dipublikasikan," ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Bandung sendiri sudah memeriksa sampel darah warga Babakan Ciamis dan warga Cinambo karena dikhawatirkan virus tersebut menyebar kepada warga.
"Kita sudah memeriksa 360 warga Babakan Ciamis dan juga 5 warga Cinambo. Dan dari pemeriksaan sampel darah yang diperiksa dinyatakan virus tersebut tidak menyebar," katanya.
***3***
Ahmad Sayuti
(U.PSO-060/B/A033/A033) 30-11-2009 17:18:46
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.