Madrasah mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta ilmu keagamaan, sehingga para siswanya dapat memperoleh keterampilan yang dilandasi keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT, kata Bupati, saat membuka Seleksi Prestasi dan Kreasi Seni (SPKS) Porseni Madrasah di lapangan Merdeka Kerkhoof.
Menurut Bupati, belajar di madrasah pun, jika dilandasi dengan niat yang baik dan kesungguhan, dipastikan akan membuahkan hasil maksimal, malahan faktor keberuntungan dapat mengikutinya, katanya.
Perhelatan yang berlangsung hingga 26 Nopember mendatang itu, diikuti sekurangnya 2.800 peserta dari 14 kelompok kerja madrasah (KKM) sekabupaten, terdiri dari empat Madrasah Ibtidaiyah (MI) serta masing-masing lima Madrasah Tsnawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Masing-masing lembaga mengikutkan 200 peserta dalam mengikuti ajang perlombaan 'apegtif kognitif' serta 'psikomotorik apegtif', dengan 15 bidang lomba, kata petugas sekretariat penyelenggara Asep Somantri.
Ke-15 bidang lomba tersebut meliputi cerdas cermat, qasidah, tahfiz jus ama, tilawah, biantara, puisi, kaligrafi, da'i kecil (dacil), enam cabang olahraga atletik, bola voli, tenis meja, pencak silat dan basket.
Sementara itu, ketua penyelenggara, Ade Poniman, mengemukakan, kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan itu, dilakukan secara berswadaya dengan menelan dana Rp143 juta.
Kegiatan ini, sampai sekarang masih belum mendapatkan bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten, Kantor Departemen Agama Kabupaten maupun dari Pemkab, katanya.
Setiap siswa Mi terpaksa dipungut iuran Rp1.500 demikian pula para peserta lainnya, agar terkumpul dana yang bisa memenuhi kebutuhan ajang prestasi tersebut, katanya. ***3***
John Doddy Hidayat
(U.PK-HT/C/J003/J003) 23-11-2009 14:00:02
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.