"Dana sisa sebesar itu, bisa dimanfaatkan membiayai pembangunan infrastruktur di beberapa kabupaten termasuk Garut, yang kondisi APBD nya terbatas sehingga paling banyak terserap belanja pegawai," kata Memo saat melaksanakan reses dan bertatap muka dengan jajaran Pemkab/Setda Garut di pendopo kabupaten, Selasa.
Karena itu, anggaran yang tak terserap biaya kegiatan di tingkat provinsi tersebut, hendaknya dijadikan peluang oleh Pemkab Garut, agar secara pro aktif dan menjemput bola mengusulkan kegiatannya kepada pemerintah provinsi melalui DPRD setempat.
Memo Hermawan juga mencontohkan, dari 824 kilo meter ruas jalan kabupaten Garut terdapat 800 an kilo meter yang mengalami rusak berat, rusak sedang dan ringan, serta dari 3.611 kilo meter ruas jalan desa selama ini hanya tertangani sejauh 120 an kilo meter.
Sehingga untuk merehabilitasi dan pemeliharaannya di perlukan biaya sekurangnya Rp200 miliar, namun kamampuan APBD kabupaten Garut tahun anggaran 2009 ini, hanya bisa memenuhi Rp21 miliar termasuk dari sumber dana alokasi khusus (DAK), katanya.
Kondisi itu, dinilai cukup parah karena pada tahun anggaran 2008 lalu bisa dialokasikan biaya rehabilitasi dan pemeliharaan jalan Rp80 an miliar.
Maka pada 2010 mendatang, sekurangnya masih diperlukan pendanaan pemeliharaan dan rehabilitasi infrastruktur jalan di kabupaten Garut sekitar Rp180 miliar, katanya.
Karenanya Memo Hermawan menyarankan, agar para Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Garut jangan hanya duduk di belakang meja, melainkan silahkan berinovasi mencari sumber dana resmi di tingkat provinsi atau pusat.
Sebab dinilai tak efektif lebih banyak berada di kantor, namun tak memiliki uang untuk membiayai pembangunan fisik sarana dan prasarana, yang sangat diperlukan masyarakat ini.
Namun Memo Hermawan juga mengingatkan, sering ke Bandung dan Jakarta justru jangan hanya untuk berbelanja apalagi membuang uang perjalanan dinas, katanya. ***1***
John Doddy Hidayat
(U.PK-HT/B/Y003/Y003) 17-11-2009 16:31:18
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.