Perusahaan pengelola air bersih di kawasan Sentul City Bogor Jawa Barat, PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC) membeli 25 truk air curah untuk mengaliri air bersih ke rumah warga, setelah pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan tersendat.

“Selama pasokan air dari PDAM belum normal, kami terus pasok air melalui toren air cluster. Ini salah satu bentuk pelayanan kami dan bagian dari tanggung jawab kami sebagai pengelola,” ujar Direktur Operasional PT SGC, Jonny Kawaldi di Bogor, Sabtu .

Menurutnya, pasokan air dari PDAM Tirta Kahuripan ini sempat tersendat akibat meluapnya air sungai yang terjadi sejak, Kamis (25/4). Tapi, secara perlahan pasokannya mulai membaik seperti yang ia pantau pada Jumat (26/4/2019) malam.

“Debit air yang masuk belum normal masih di kisaran 60-70 lps karena tingkat kekeruhan air masih tinggi sehingga perlu dilakukan treatment berkala di lokasi pengolahan PDAM,” terangnya.

Jonny mengatakan, PT SGC juga mengerahkan tim internal untuk menangani masalah pasokan air.  Tim ini mengawal penanganan gangguan pasokan air dari PDAM Tirta Kahuripan.

 PDAM Tirta Kahuripan menyampaikan pemberitahuannya bahwa curah hujan yang tinggi di wilayah hulu pada Kamis (25/4) malam berdampak pada tingginya kekeruhan air baku di instalasi Cibinong dan Kedung Halang.

Hal itu menyebabkan produksi air bersih menjadi terganggu. PDAM sendiri kini tengah memaksimalkan sumber air pendukung untuk menjaga kondisi air bersih selama terjadi gangguan suplai air bersih.

Baca juga: Pasokan air dari PDAM Depok terhenti, ini alasannya

Baca juga: PDAM Bogor anggap tinja di Sungai Ciliwung tidak masalah


 

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019