Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat Jajang Rohana mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat iklim investasi guna menjaga pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026, menyusul capaian realisasi investasi 2025 yang melampaui target.
“Supaya tidak turun, berarti nilai investasinya harus ditingkatkan, kemudahan, kepastian, iklim investasinya. Terus dukungan juga seperti infrastruktur supaya investor mau ke Jawa Barat,” kata Jajang dalam keterangannya di Bandung, Jumat.
Ia menyampaikan bahwa peningkatan investasi perlu didukung kemudahan perizinan, kepastian usaha, serta penguatan infrastruktur agar daya tarik Jawa Barat tetap terjaga di tengah persaingan antarwilayah.
Selain itu, kesiapan sumber daya manusia dinilai penting untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja dari masuknya investasi.
“Nah, ini perlu ditingkatkan supaya investasi di sektor-sektor yang selama ini ada bisa melesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Jajang juga menyoroti perlunya pemerataan investasi, mengingat saat ini masih didominasi kawasan industri di wilayah utara.
Potensi wilayah, terutama pada sektor pariwisata dan jasa, dinilai dapat dikembangkan untuk memperluas basis pertumbuhan ekonomi.
“Dengan infrastruktur yang memadai, wilayah Jawa Barat selatan bisa dimaksimalkan untuk sektor jasa dan pariwisata, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan penguatan iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan dan birokrasi, termasuk optimalisasi layanan perizinan terpadu berbasis elektronik guna mempercepat proses investasi.
Pemprov juga mendorong pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah untuk mendukung kelancaran distribusi serta meningkatkan daya saing daerah.
Selain itu, pengembangan kawasan Rebana terus dilakukan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mencakup wilayah Cirebon, Subang, Majalengka, dan Indramayu, dengan fokus pada sektor industri dan logistik terintegrasi.
Data Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Bappeda Jawa Barat menyebutkan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp296,8 triliun atau 109,9 persen dari target, meningkat dari Rp251,14 triliun pada 2024.
Selain itu, data dari Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan Jawa Barat mencatat Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional dengan kontribusi sekitar 15,4 persen terhadap total investasi Indonesia.
Realisasi tersebut terdiri atas penanaman modal asing sebesar Rp147,02 triliun dan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp149,8 triliun, yang mencerminkan kontribusi relatif seimbang antara investor asing dan domestik.
Pemerintah daerah menilai capaian investasi tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, sehingga penguatan iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan terus dilakukan.
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026