Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat produksi gabah kering giling (GKG) pada panen pertama periode Januari-April 2026 mencapai 139.811 ton atau setara 89.633 ton beras.
Kepala Distan Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya di Cirebon, Kamis, mengatakan capaian tersebut didukung sejumlah upaya pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas pertanian.
Pihaknya terus memperkuat pendampingan kepada petani, mempercepat masa tanam, serta meningkatkan koordinasi dengan kelompok tani guna menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.
Menurut dia, produksi pada awal 2026 tersebut menjadi modal penting untuk menjaga ketersediaan pangan serta memenuhi kebutuhan beras masyarakat di Kabupaten Cirebon.
Deni menuturkan pada 2025 produksi beras di Kabupaten Cirebon tercatat mencapai 296.416 ton, dengan kondisi pasokan yang masih berada pada kategori surplus.
“Secara teknis produktivitas kita bagus, namun terjadi pergeseran waktu panen karena kondisi iklim yang tidak menentu,” katanya.
Ia menjelaskan realisasi produksi gabah di daerahnya dipengaruhi pola musim tanam dan kondisi cuaca, yang berubah selama periode produksi berlangsung.
Pihaknya mendata kebutuhan beras masyarakat di Kabupaten Cirebon selama Januari-Oktober 2025 mencapai 229.310 ton, sedangkan total produksi beras pada periode itu mencapai 296.416 ton.
Dengan capaian tersebut, kata dia, Kabupaten Cirebon masih mencatat surplus sekitar 67.106 ton beras yang dapat menopang kebutuhan masyarakat serta menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.
“Kami mendorong penguatan sektor pertanian melalui peningkatan produktivitas lahan, pendampingan teknis kepada petani, serta penguatan kesiapan menghadapi perubahan iklim agar produksi padi tetap optimal sepanjang 2026,” ucap dia.
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026