Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus setelah penyakit tersebut dilaporkan muncul di beberapa daerah.

“Langkah antisipasi, salah satunya dengan menyebarkan surat kewaspadaan dini kepada fasilitas kesehatan serta memperkuat edukasi kepada masyarakat,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Mona Isabella Saragih di Cirebon, Kamis.

Ia menyampaikan peningkatan kewaspadaan terkait Hantavirus merupakan tindak lanjut dari arahan Dinkes Provinsi Jawa Barat yang mendorong agar pemerintah daerah melakukan upaya pencegahan.

Dinkes Kabupaten Cirebon segera menugaskan tim pencegahan dan pengendalian penyakit menular (P2PM) menyusun surat edaran untuk seluruh rumah sakit di daerah tersebut.

“Selain itu, seluruh kepala puskesmas diminta menggencarkan promosi kesehatan terkait Hantavirus kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi,” katanya.

Ia menyebutkan edukasi tersebut, dilakukan melalui media sosial maupun grup komunikasi internal tenaga kesehatan.

Bahkan, kata dia, sejumlah puskesmas di Kabupaten Cirebon mulai membuat video edukasi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit tersebut.

Ia memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kabupaten Cirebon, namun langkah antisipasi tetap dilakukan karena penyakit tersebut telah terdeteksi di Indonesia.

“Hantavirus ini memang jarang, tetapi sekarang sudah masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan hewan pengerat seperti tikus maupun curut, serta penularan dapat terjadi melalui partikel udara atau debu yang terkontaminasi urine hewan pembawa virus.

Ia menyampaikan pola penularan Hantavirus berbeda dengan Leptospirosis, yang disebabkan bakteri dan masuk melalui luka atau selaput lendir.

Pada Hantavirus, kata dia, penularan dapat terjadi saat seseorang menghirup udara yang telah terkontaminasi virus.

Atas dasar tersebut, Dinkes Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumah dan mewaspadai paparan tikus, termasuk membersihkan bagian atas kemasan makanan maupun minuman sebelum dikonsumsi.

“Karena kita tidak tahu apakah bagian atas kemasan itu pernah dilewati tikus atau terkena kencing tikus,” ujarnya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026