Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, menyiapkan program peningkatan frekuensi olahraga bagi pelajar di sekolah menjadi tiga kali dalam sepekan sebagai langkah pencegahan dini terhadap kecenderungan obesitas anak.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kebijakan tersebut disiapkan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung.
“Data dari hasil cek kesehatan gratis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa tingkat kecenderungan obesitas anak-anak sekolah kita, walaupun masih rendah tetapi pertumbuhannya tinggi,” kata Farhan dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui edukasi pola makan sehat, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan aktivitas fisik di lingkungan sekolah.
Oleh karena itu Pemkot Bandung tengah menyiapkan program olahraga rutin tambahan bagi pelajar dengan frekuensi tiga kali seminggu dan durasi minimal 30 menit setiap sesi.
“Kami akan segera meluncurkan program olahraga seminggu tiga kali, masing-masing 30 menit. Sekarang ini hanya seminggu sekali,” kata Farhan.
Farhan menjelaskan program tersebut tidak hanya berupa pelajaran olahraga formal, tetapi juga mencakup aktivitas aerobik dan berbagai permainan olahraga agar siswa lebih aktif bergerak.
“Ada dua olahraga lain yang perlu diterapkan, yaitu aerobik dan permainan olahraga apapun cabangnya,” ujar Farhan.
Untuk mematangkan program itu, Pemkot Bandung bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam penyusunan konsep berbasis sport science.
Menurut dia, pendekatan tersebut penting agar program olahraga di sekolah tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kesehatan dan pembentukan gaya hidup aktif sejak dini.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Cegah obesitas siswa, Pemkot Bandung tambah jadwal olahraga di sekolah
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026