Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) menyusul kematian dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara.

Meski disebut akibat virus, Edwin menilai ada indikasi kuat faktor kelalaian dalam perawatan satwa yang harus segera diusut tuntas oleh pemerintah dan instansi terkait.

Edwin menilai meski kematian kedua satwa tersebut disebabkan oleh virus Panleukopenia, tetap ada kemungkinan kelalaian dalam pengelolaan yang harus dievaluasi.

"Ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi pelajaran penting. Kematian binatang yang terancam punah dan dilindungi seperti harimau itu tidak bisa dianggap biasa,” kata Edwin dalam keterangan yang diterima di Bandung, Sabtu.

Menurutnya, dengan konflik yang berkepanjangan terhadap pengelolaan Bandung Zoo juga dinilai memperburuk kondisi satwa yang berada di dalam.

Oleh karena itu, ia menilai kasus ini tidak bisa dilihat sebagai insiden biasa dan harus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Bandung, Kementerian Kehutanan, serta pengelola Bandung Zoo.

“Kenyataannya, hal tersebut belum dapat terlaksana. Jadi harus ada langkah nyata dari Pemkot Bandung serta pihak terkait,” katanya.

Ia berharap emerintah seharusnya dapat mengantisipasi dan memastikan seluruh satwa mendapatkan perawatan yang layak, baik dari sisi pakan, kesehatan, maupun kebersihan kandang. 

Edwin juga meminta agar standar pemberian pakan, kebersihan kandang, serta pemeriksaan kesehatan satwa dilakukan secara optimal dan berkala.

“Jangan sampai kejadian ini terulang. Kita semua harus memastikan hewan-hewan di kebun binatang mendapatkan perawatan yang layak,” tegasnya.

Sebelumnya, dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara berusia delapan bulan dilaporkan mati pada Kamis (26/3) dan Selasa (24/3) di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Hara dan Huru diketahui merupakan salah satu koleksi satwa di Bandung Zoo yang sebelumnya lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan induk jantan bernama Sahrulkan dan betina Jelita.

Pewarta: Rubby Jovan Primananda

Editor : Riza Fahriza


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026