Kepolisian Resor Garut mulai menyiagakan sejumlah personel Satuan Lalu Lintas untuk melakukan pengamanan dan pengaturan jalur mudik di jalur nasional maupun provinsi yang kondisinya saat ini masih terpantau landai, Jumat.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Lucky Martono membenarkan kondisi lalu lintas terpantau lancar, meski begitu jajarannya tetap siaga melakukan antisipasi lonjakan arus kendaraan di jalur tersebut.
 
"Personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menjelang puncak arus mudik," kata Lucky Martono.

Ia menuturkan, Operasi Ketupat Lodaya 2026 sudah dimulai sampai 13 hari ke depan yang menyiapkan sejumlah personel gabungan di jalur provinsi, maupun nasional, dan titik jalan di wilayah perkotaan Garut.

Hari pertama Operasi Ketupat Lodaya, kata dia, terpantau masih relatif landai, dan belum menunjukkan peningkatan arus kendaraan dari arah Bandung menuju Garut secara signifikan.

"Untuk hari pertama Operasi Ketupat Lodaya 2026, arus lalu lintas di jalur Kadungora masih terpantau landai," katanya.

Ia mengatakan, sejumlah personel Satuan Lalu Lintas saat ini disiagakan di jalur yang menjadi titik rawan kemacetan seperti di wilayah Kadungora, Leles, kemudian di Limbangan dan Malangbong.

Jalur Kadungora-Leles, kata dia, salah satu jalur utama penghubung dari Bandung dengan Garut, dan kemudian jalur Limbangan-Malangbong merupakan jalur penghubung dengan Kabupaten Tasikmalaya.

"Selain pengaturan lalu lintas, personel juga melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah titik rawan kemacetan maupun kecelakaan guna memastikan situasi tetap aman," katanya.

Ia mengimbau masyarakat, terutama pengguna jalan untuk selalu waspada saat melintas di jalur wilayah Garut karena terdapat beberapa titik rawan kecelakaan, bencana alam, maupun macet.

"Kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, mematuhi aturan lalu lintas, serta beristirahat apabila merasa lelah," katanya.
 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Riza Fahriza


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026