Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat melakukan pemeriksaan sesuai yang ditargetkan sebanyak tiga ribu orang untuk mendeteksi kemudian dilakukan pengobatan secara tepat terhadap penyakit tuberkulosis (TBC) di berbagai daerah termasuk tempat yang riskan penyebaran TBC.
"Ini sekarang targetnya tiga ribu sudah selesai dilaksanakan, hasilnya kita masih menunggu, karena itu perlu proses juga," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Ciamis Edis Herdis saat memeriksa kesehatan warga binaan Lapas Kelas IIB Ciamis, Senin.
Ia menuturkan pemeriksaan deteksi dini TBC ke sejumlah kalangan masyarakat dan kelompok rentan itu merupakan program Kementerian Kesehatan yang tidak hanya digelar di Ciamis, tapi juga di daerah lainnya.
Khusus di Kabupaten Ciamis, kata dia, dilaksanakan di 37 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang totalnya telah memeriksa tiga ribu orang menjalani pemeriksaan TBC, termasuk saat ini di Lapas Ciamis sebanyak 319 warga binaan.
"Di mana kegiatan ini sangat mendukung sekali terhadap pencapaian target kinerja pencegahan penanggulangan tuberkulosis paru khususnya di Kabupaten Ciamis," katanya.
Ia berharap pemeriksaan dini TBC dapat dilaksanakan terus karena diperkirakan masih banyak masyarakat yang ingin mengetahui kondisi kesehatan parunya.
Termasuk di Lapas, kata dia, dapat dilaksanakan berlanjut untuk mendeteksi dini penyakit TBC agar mereka yang terjangkit bisa ditangani tepat, dan kembali sembuh.
"Karena tuberkulosis itu bisa sampai sembuh, dan bagi yang tidak terjangkit, mudah-mudahan tidak terjangkit, harus selalu menjaga kesehatan," katanya.
Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis Supriyanto menyatakan sebanyak 319 warga binaan semuanya menjalani pemeriksaan TBC, dari jumlah itu diketahui ada empat orang terindikasi TBC.
Pemeriksaan itu, kata dia, merupakan langkah antisipasi dan penanganan cepat agar yang terjangkit bisa diobati dengan tepat sampai sembuh, dan yang lainnya bisa terhindar dari penyakit TBC.
"Tujuan kami adalah mencegah, jangan sampai terjadi hal-hal yang negatif di lapas, jangan terjangkit TBC, karena di lapas itu rentan sekali dengan penyakit TBC, penyakit menular lainnya," katanya.
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025