Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Herman Suryatman menyatakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di daerah ini, akan diluncurkan pada Kamis, 18 September 2025 mendatang.
Pada waktu tersebut, Herman mengatakan pihaknya akan mengundang sekitar tiga ribu pelaku usaha, khususnya dalam ekosistem perumahan untuk terlibat.
"Kami akan luncurkan hari Kamis lusa, kami akan undang 3 ribu pelaku dalam ekosistem perumahan, termasuk di dalamnya yang bersifat UMKM," kata Herman, di Bandung, Selasa.
Lebih lanjut, Herman mengatakan program KUR Perumahan yang diluncurkan pemerintah ini, akan memberi dampak luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Karena program ini dinilai tidak hanya mempermudah akses pembiayaan rumah, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi melalui ekosistem perumahan.
"Karena kita berharap KUR Perumahan yang digulirkan oleh pemerintah, bisa dimanfaatkan dengan baik bagi warga masyarakat, ekosistem perumahan, misalnya para pedagang atau pemilik toko bahan bangunan, kemudian para kontraktor, termasuk UMKM," ujar Herman pula.
Menurutnya, dengan KUR Perumahan ini, ekosistem usaha yang terhubung dengan sektor perumahan akan makin turut terdorong karena adanya kebutuhan bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga peluang pengembangan usaha lainnya.
Herman menegaskan, daerahnya berkomitmen dalam program ini yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
Pemprov Jabar saat ini tengah menyiapkan sosialisasi KUR Perumahan bagi pelaku usaha, sebagai langkah akselerasi program pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
"Sebagai bentuk dukungan, UMKM dari Provinsi Jabar sangat concern untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan kemiskinan, menurunkan pengangguran. Karena jasanya kan disubsidi oleh pemerintah," ujar dia lagi.
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025