Antarajabar.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan The Indonesian Institute of Architects (IAI) Jabar untuk menyaring ide dan gagasan desain Pusat Seni dan Budaya Jawa Barat yang berkualitas baik dan berstandar internasional melalui sayembara.
        
"Pembangunan gedung West Java Art and Cultural Centre (WJACC)  harus terwujud karena Jabar kan sarana meeting, exhibition nya sangat kurang," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, dalam jumpa pers, di Gedung Sate Bandung, Jumat.
        
Ia menuturkan sebelum menggelar sayembara ini, Pemprov Jabar menggandeng arsitek internasional Zaha Hadid namun arsitek ternama tersebut meninggal saat konsepnya belum selesai.
        
Menurut dia, sayembara akan memasuki babak penilaian final tim juri, Senin (15/5) mendatang dan lokasi WJACC yang disayembarakan adalah lokasi BPPTKP Bandung, Jalan Pahlawan Nomor 70, Neglasari, Cibeunying Kaler, Bandung.
        
Ia mengatakan, saat ini di Jabar tak ada gedung kesenian yang representatif sehingga dengan dibangun gedung di Cikutra dengan menggandeng IAI.
        
Selain itu, ia berharap dengan sayembara ini akan terbangun gedung kesenian yang punya tampilan unik. "Dan setelah melalui rangkaian seleksi, maka dari 110 peserta terpilih lima finalis terbaik," katanya.
        
Deddy mengungkapkan, daya tampung dari seluruh rancangan gedung utama yang dilombakan untuk 1.500 orang.
        
Kemudian untuk gedung utamanya, para peserta pun dituntut untuk membuat beberapa gedung pertunjukan untuk skala kecil yang diperuntukan bagi para seniman untuk menampilkan karyanya.
        
"Hotel dan mall di kompleks gedung kesenian itu akan menyusul, sebagai penunjang PAD yang nantinya digunakan untuk pengelolaan gedung," kata dia.
        
Pemprov Jawa Barat menyediakan hadiah untuk pemenang dan hadiah yang perebutkan juara 1 Rp300 juta, juara 2 Rp100 juta, juara 3 Rp75 juta, juara harapan Rp30 juta (jumlah tersebut belum dipotong pajak).
        
Dalam berita acara tertanggal 3 Mei 2017, Ketua Penyelenggara Rahadhian P. Herwindo, sayembara ini diikuti 110 peserta pendaftar sedangkan peserta pendaftar yang memasukkan berkas dokumen fisik sejumlah 68 Peserta dan dokumen yang layak dipajang untuk dinilai sejumlah 67 berkas dari 68 Peserta.
        
Tim panitia mensyaratkan beberapa kriteria umum dalam penilaian pertama, bangunan bukan merupakan tiruan dari bangunan yang telah ada, dan dapat merepresentasikan ikon Jawa Barat yang inovatif.
        
Kedua, bangunan harus memenuhi persyaratan keandalan bangunan termasuk keamanan, keselamatan dan kenyamanan, termasuk penyediaan fasilitas aksesibilitas, khususnya difabel.
        
Terakhir, bangunan dirancang dengan memperhatikan green building serta mengikuti peraturan-peraturan bangunan, khususnya yang berlaku di Kota Bandung, diantaranya seperti Perda Nomor 5 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung, Perwal Nomor 1023 Tahun 2016 tentang Bangunan Gedung Hijau, dan sebagainya.
        
Sedangkan harga bangunan (pekerjaan standar dan nonstandar) seperti yang disebutkan dalam kriteria umum rancangan, kurang lebih Rp600 miliar.
        
Rencananya jadwal proyek, konstruksi akan dikerjakan gedung ini akan dilakukan pada tahun 2018.

    

Pewarta: Ajat S

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2017