Tim Search and Rescue (SAR) gabungan melakukan pencarian terhadap seorang wisatawan asal Kabupaten Bandung yang hilang tenggelam saat berwisata di Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya semaksimal mungkin dalam pencarian korban," kata Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolariud) Polres Garut Iptu Aep Saprudin di Garut, Minggu.
Ia menuturkan korban diketahui bernama Maman (42) wisatawan asal Desa Cempaka Mulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung yang tenggelam di Pantai Sayang Heulang pada Sabtu (5/7) petang.
Sejak kejadian korban tenggelam, kata Aep, sejumlah petugas gabungan langsung melakukan pencarian dan sampai saat ini korban belum juga ditemukan keberadaannya.
"Saat ini korban masih belum ditemukan," katanya.
Ia menyampaikan Tim SAR gabungan dengan perlengkapan peralatan keselamatan berupaya maksimal untuk mencari korban yang dibagi dua regu untuk memudahkan proses pencarian.
Seluruh tim, kata dia, melakukan penelusuran dengan menyisir pantai dan tempat-tempat yang disinyalir menjadi area potensi, juga dilakukan pencarian menggunakan pesawat tanpa awak milik Basarnas untuk memudahkan pencarian yang lebih luas.
"Kondisi ombak cukup menantang, namun kami tetap melanjutkan pencarian dengan metode penyisiran dan dukungan drone untuk memperluas jangkauan area," katanya.
Ia menambahkan, meski ombak cukup berbahaya, pihaknya terus berupaya untuk melakukan pencarian sampai korban bisa berhasil ditemukan.
Aep juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk selalu hati-hati dan mematuhi rambu-rambu bahaya di area pantai selatan Garut.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar pantai," katanya.
Baca juga: Polres Garut melibatkan LPKS tangani ABH kasus asusila
Baca juga: Peruri menerapkan "smart farming" - "IoT" meningkatkan hasil tani di Garut
Baca juga: Pemkab Garut mengalokasikan Rp2,6 miliar untuk tanggap darurat bencana
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025