Antarajabar.com - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat merencanakan seluruh sekolah menjadi sekolah berbasis ramah anak, mengingat kekerasan terhadap anak semakin menjadi.
       
"Kami rencanakan seluruh SMA di Jabar tahun depan berbasis ramah anak," kata Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jabar, Netty Heryawan saat Diseminasi Informasi melalui video conference melindungi anak dari tayangan kekerasan di media di Gedung Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah Cirebon di Kota Cirebon, Senin.
       
Ia menuturkan rencananya sekolah ramah anak berbasis bebas kekerasan akan dilaksanakan di seluruh Jabar pada 2017.
       
Dan tahun depan, pengelolaan seluruh sekolah tingkat SMA di Jabar dialihkan kepada pemerintah provinsi (pemprov).
       
Untuk itu pihaknya melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jabar telah mengumpulkan sekitar 700 kepala sekolah tingkat SMA se-Jabar pada Juli 2016.
       
Pertemuan itu membahas sekolah ramah anak berbasis bebas kekerasan, yang akan dilaksanakan di seluruh Jabar pada 2017.
       
"Salah satu program sekolah ramah anak di antaranya, setiap Senin saat upacara bendera, siswa akan diarahkan untuk membacakan ikrar terkait perlindungan terhadap kekerasan," ujarnya.
       
Menurutnya ikrar tersebut tentang melindungi diri sendiri dari kekerasan, menghindarkan diri dari ancaman kekerasan dan menolong orang yang mengalami kekerasan.
       
Ia menambahkan ikrar itu sudah mulai dilaksanakan di sekolah-sekolah, setiap pelaksanaan upacara bendera, untuk menjamin keamanan anak dari tindak kekerasan.
       
Setiap sekolah juga akan diwajibkan memasang plang atau papan informasi berisi nomor pengaduan bila mengalami atau menemukan tindakan kekerasan.
       
"Nomor pengaduan itu bisa menggunakan nomor kepala sekolah, nomor pengaduan khusus, juga lembaga layanan di luar sekolah, yang tercantum di plang, cantumkan nomor kepala sekolah dan lembaga layanan seperti P2TP2A," tambahnya.
       
Netty sendiri mengaku prihatin dengan tingginya angka kekerasan anak di Jabar. Pada semester awal 2016, P2TP2A Jabar menerima 76 aduan kekerasan seksual yang dialami anak-anak.
       
Jumlah tersebut bisa saja bertambah mengingat setiap daerah juga melakukan pendampingan terhadap kasus yang serupa.

Pewarta: khaerul Izan

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2016