Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan penataan dan pengelolaan obyek wisata di daerah itu sehingga dapat dikunjungi pelajar dari berbagi sekolah untuk melakukan karya wisata atau study tour.

Bupati Kabupaten Cianjur Mohamad Wahyu saat dihubungi di Cianjur, Selasa, mengatakan obyek wisata di daerah tersebut banyak tersedia, mulai dari nuansa alam, pegunungan, pantai, air terjun hingga wisata religi tersebar di sejumlah kecamatan.

Baca juga: Banyak orang tua murid harus berhutang, Bupati Cianjur: tidak ada karya wisata

"Larangan study tour  itu keluar kota, tapi diperbolehkan selama kegiatannya di dalam kota, destinasi wisata Cianjur beragam dan memiliki daya tarik tersendiri, sehingga kami akan melakukan penataan dan pengelolaan tempat wisata yang baik," katanya.

Dia menjelaskan, penataan yang dilakukan termasuk sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang, termasuk pengelolaan yang baik sehingga dapat dijadikan rekomendasi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Sehingga, kata dia, kegiatan karya wisata sekolah tetap dapat digelar selama dilakukan di dalam Kota Cianjur sehingga tidak melanggar aturan yang sudah dikeluarkan Pemprov Jabar dan Kabupaten Cianjur.

“Kegiatan karya wisata ke luar kota dinilai sudah melenceng karena nilai pembelajarannya banyak yang hilang, terlebih kegiatan di luar kota dengan biaya yang cukup tinggi memberatkan orang tua," katanya.

Sementara terkait larangan karya wisata digelar sekolah di Jawa Barat, mendapat tanggapan beragam dari pelaku pariwisata dan agen perjalanan di Cianjur, sehingga mereka berharap ada gelar pendapat yang dilakukan pemerintah daerah dan provinsi sebelum melakukan larangan.

CEO Atour Cianjur Acep Mahdar, mengatakan masih buruknya penataan dan pengelolaan destinasi wisata di Jabar terutama di Cianjur, tidak menjadi rekomendasi dari agen perjalanan karena banyak pengeluaran tambahan yang harus dikeluarkan pemesan.


"Pengelolaan destinasi wisata yang belum tertata dengan baik menjadi penyebab wisata di Jabar belum menjadi pilihan untuk kegiatan karya wisata, terlebih banyak wisata yang seadanya dan belum tertata," katanya.

Dia mencontohkan, terkait tiket dan parkir di destinasi wisata di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah tertata dalam satu pintu, berbeda dengan di Jabar masih tercecer ditambah masalah maraknya pungutan liar.

"Termasuk infrastruktur jalan menuju tempat wisata di Cianjur khususnya dan Jabar pada umumnya, belum seluruhnya laik dan dapat diakses dengan kendaraan besar, pemerintah daerah harus membantu mulai dari penataan sampai pengelolaan," katanya.

Baca juga: Disbudpar Cianjur promosikan wisata ditunjang seni budaya

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025