Antarajawabarat,com. 14/7 - Pengunjung Pasar Baru Kota Bandung mencapai angka tertinggi menjelang Lebaran 2015 denganr rata-rata pengunjung mencapai 45 ribu per hari.

"Pengunjung Pasar Baru Bandung mencapai jumlah tertinggi, rata-rata 40 ribuan per hari, dan puncaknya Minggu (12/7) kemarin mencapai 45 ribu orang," kata Senior Supervisor Retail Pasar Baru Adolf Wuwungan di Bandung, Selasa.

Lonjakan pengunjung terjadi pada dua minggu sebelum lebaran atau pada tanggal 4 sampai 12 Juli kemarin. Namun sejak Senin kemarin pengunjung mulai menurun.

Sementara itu jumlah pengunjung pada hari-hari biasa, kaw Wuwungan biasanya mencapai 25 ribu sampai 30 ribu pengunjung perhari dan 35 ribu pengunjung di akhir pekan.

Jumlah pengunjung meningkat pula sebelum memasuki Bulan Ramadan seiring dengan banyaknya peminat grosiran yang selanjutnya akan dijual kembali.

Selain itu, bahan tekstiluntuk membuat pakaian lebaran sesuai yang diinginkan. Di awal Bulan Puasa, jumlah pengunjung mengalami penurunan daripada jumlah pengunjung di bulan biasa.

"Ketika sudah dua minggu menjelang lebaran barulah jumlah pengunjung meningkat lagi," katanya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, toko buka pukul sembilan pagi, sementara di Bulan Ramadan ini pengunjung mulai memadat pada 30 menit sebelumnya. Dapat terlihat dari kemacetan mobil dan sepeda motor ke arah Pasar Baru.

"Kemarin saya melintas jam setengah sembilan saja sudah macet ke pasar baru, karena tidak mungkin macet jika tidak ke Pasar Baru dan biasanya jam setengah sembilan tidak macet," katanya.

Banyak pengunjung yang mengeluhkan macet. Selain karena kesulitan akses keluar masuk kendaraan juga banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memadati bagian depan Pasar Baru. Upaya yang dilakukan yakni dengan bekerjasama dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung.

Penurunan jumlah pengunjung paling rendah diprediksi pada H-2 dan H-1 lebaran. Mengenai hal itu, pihak Pasar Baru akan tutup selama dua hari mulai tanggal 17 sampai 18 Juli.***3***




Dede Lukman

Pewarta:

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2015