Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore, ditutup melemah menjelang rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat (AS).

IHSG ditutup melemah 12,53 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.316,11. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,31 poin atau 0,73 persen ke posisi 989,93.

“Bursa regional Asia bergerak beragam, dimana pasar merespons rilis data ekonomi AS yaitu GDP Annualized quartal on quartal (qoq) turun dari sebelumnya 3,3 persen menjadi 3,2 persen, selanjutnya pasar menanti indeks PCE AS yang diperkirakan sebesar 0,3 persen sepanjang Januari 2024 dengan kenaikan tahunan 2,4 persen,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
 
Dengan indikator inflasi yang tinggi, tentunya diperkirakan The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga acuannya lebih lama.
 
Sebelumnya, Presiden the Fed Boston-Susan Collins menyebut The Fed harus meluangkan waktu untuk menilai data sebelum membuat perubahan kebijakan.
 
Di sisi lain, meningkatnya optimisme terhadap kebijakan China yang mendukung pasar, dimana pemerintah China menerapkan berbagai langkah yang bertujuan untuk membatasi short-selling dan manipulasi pasar, sementara bank sentral menurunkan suku bunga untuk meningkatkan likuiditas.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (01/03) besok akan melaporkan data inflasi Indonesia periode Februari 2024, yang berpotensi naik di tengah lonjakan bahan pokok dan pangan.

Kementerian Keuangan melaporkan utang pemerintah pada akhir Januari 2024 menembus Rp8.253,09 triliun, atau meningkat 1,33 persen dibandingkan pada akhir Desember 2023 yang sebesar Rp8.144,69 triliun.
 
Adapun, utang pemerintah didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang kontribusinya sebesar 88,19 persen.
 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG ditutup melemah jelang rilis data inflasi PCE AS

Pewarta: Muhammad Heriyanto

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2024