Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Jawa Barat menggalakkan program pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai jenis bahan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada konsumsi beras.
 
"Kami tetap mengadakan program pemanfaatan lahan pekarangan,  di Kota Cirebon namanya Kampung Pangan Lestari Hijau (KPLH)," kata Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh di Cirebon, Jumat.

Baca juga: Diversifikasi pangan di Kota Cirebon sasar ibu rumah tangga
 
Dalam program itu, kata dia, masyarakat diajak untuk menanam umbi-umbian, sayur, dan komoditas lain di lahan kosong yang tidak terpakai di sekitar rumah sebagai salah satu cara menerapkan diversifikasi berbasis pangan lokal.
 
Ia menyebutkan sampai saat ini sudah ada 34 RW di Kota Cirebon yang mengikuti program itu dan dampak paling terasa adalah masyarakat dapat menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarga.
 
"Itu memanfaatkan lahan pekarangan dan lahan kosong di sekitar rumah untuk ditanami sayuran, umbi-umbian, ada juga yang memelihara ikan lewat budi daya dalam ember atau kolam terpal. Itu salah satu langkah untuk mendiversifikasikan pangan di masyarakat," ujarnya.
 
Menurut dia, program KPLH di Kota Cirebon sudah sejalan dengan anjuran Mendagri Tito Karnavian yang mengajak masyarakat untuk kembali melirik pangan lokal sebagai konsumsi pokok pengganti beras.
 
Ke depan, DKP3 Kota Cirebon terus menggenjot penambahan KPLH di masyarakat, sehingga pangan lokal di daerah itu lebih beragam.
 
Elmi menuturkan tingkat konsumsi umbi-umbian atau pangan lokal di Kota Cirebon masih rendah, untuk mengukur keragaman konsumsi masyarakat pihaknya menggunakan skor pola pangan harapan (PPH).
 
"Untuk 2022,  92,6 poin PPH. Masih sangat rendah," katanya.
 
 Baca juga: Pemkot Cirebon edukasi siswa produk ramah lingkungan
Semakin tinggi skor PPH sampai angka 100, artinya tingkat konsumsi pangan lokal sudah sangat beragam.
 
"Kami akan terus berusaha meningkatkan  konsumsi berbasis lokal ini, karena bisa menjaga ketersediaan pangan," ucap dia.

Pewarta: Fathnur Rohman

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023