Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, masih melakukan pendistribusian air bersih ke puluhan titik lokasi yang dilanda kekeringan pada musim kemarau panjang sebagai dampak dari fenomena El Nino.

"Kami masih terus mendistribusikan air secara terus-menerus ke lokasi-lokasi yang mengalami kekeringan itu," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta Norman Nugraha di Purwakarta, Minggu.

Sesuai dengan data yang masuk, krisis air bersih di wilayah Purwakarta sudah terjadi di 27 titik yang tersebar di 17 kecamatan.

Berdasarkan hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta, tercatat ada 16 di antara 192 desa/kelurahan yang masuk kategori rawan bencana kekeringan kategori tinggi.

"Dari laporan yang masuk, ada 27 titik yang terdampak kekeringan di antaranya beberapa wilayah di Kecamatan Tegalwaru, Pasawahan dan wilayah perkotaan Purwakarta," kata Norman

Dalam hal ini, pihaknya telah melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk bekerja sama dengan pihak penyedia jasa air bersih.

Dalam melakukan penanganan jangka pendek, Pemkab Purwakarta telah menyiapkan anggaran sekitar Rp250 juta.

Dia mengatakan anggaran tersebut digunakan membeli air ke penyedia untuk selanjutnya didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan air bersih.


 

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023