Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa daerahnya yang memiliki penduduk mencapai 3,72 juta jiwa, masih kekurangan 1.700 tempat rawat inap.

Idealnya, kata Dadang, dengan penduduk sebanyak 3,7 juta, seharusnya ada sekitar 3.700 tempat rawat inap, namun sampai saat ini, baik rumah sakit dari pemerintah maupun swasta di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, baru ada sekitar 2.000 tempat rawat inap.

"Rumah sakit yang ada di Kabupaten Bandung seluruhnya ada 15 rumah sakit, dan baru ada tempat rawat inap sekitar 2.000. Dan kita masih kekurangan 1.700 tempat rawat inap," kata Dadang di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu.

Karenanya, Bupati Bandung berharap dengan adanya penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Bandung dengan Rumah Sakit Oesman Hospital Bojongsoang hari ini, menjadi salah satu solusi dan upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang akhirnya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

"Berdasarkan IPM, Kabupaten Bandung meningkat yaitu 73 sekian dan di antaranya ada indikator kesehatan dengan adanya pelayanan kesehatan, di antaranya pelayanan rumah sakit. Dengan kerja sama ini, semoga indeks pembangunan juga semakin meningkat," tutur Dadang.

Terlebih, kata Dadang, dengan adanya kerja sama bersama BPJS Kesehatan layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bandung dan otomatis juga meningkatkan indeks pembangunan manusia Kabupaten Bandung.

"Yang jelas saya berharap, dan luar biasa dengan adanya kerja sama dengan BPJS Kesehatan, karena masyarakat kita sudah mencapai 97 persen sudah terlayani dalam bidang kesehatannya. Datang ke rumah sakit tidak usaha bayar lagi, cukup membawa kartu BPJS Kesehatan," tuturnya.

"Namun mari kita doakan, walaupun ketersediaan tempat rawat inap semakin banyak, semoga semua masyarakat Kabupaten Bandung tetap sehat semuanya," ucap dia menambahkan.


Pewarta: Ricky Prayoga

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023