Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil meminta komposisi kredit untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang disalurkan oleh Bank BJB pada tahun 2023 ditingkatkan dari 10 persen menjadi 20 persen.
 
"Saat ini komposisi kredit Bank BJB yang diberikan ke UMKM masih di bawah 10 persen. Minimal arahan saya naikin ke 20 persen," kata Ridwan Kamil saat Business Review Bank BJB Semester II/2022 dan Executive Workshop 2023 di Kota Bandung, Senin.
 
Apabila hal tersebut bisa terealisasi di 2023, maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM sebanyak 80 persen.
 
"Saya akan bahagia apabila terealisasi, karena 80 persen pergerakan ekonomi ada di UMKM," kata Ridwan Kamil.
 
Gubernur Jawa Barat menetapkan 2023 sebagai tahun adaptasi bagi Bank BJB. Adaptasi diperlukan guna menghadapi potensi resesi 2023.
 
Maka, gubernur menekankan agar Bank BJB meningkatkan komposisi kredit kepada pelaku UMKM.
 
"Kata kunci adalah beradaptasi. Dikasih revolusi digital tidak boleh ketinggalan, kita beradaptasi. Jadi kata kunci di tahun 2023 ini adalah beradaptasi. Kita dorong UMKM-nya, dorong kreativitasnya," ujar Ridwan Kamil.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengungkapkan bahwa tema kajian bisnis  menekankan pada semangat sinergi, yaitu sinergi antar seluruh grup usaha.
 
"Sehingga dapat menjadi grup keuangan yang semakin besar, luas, kuat dengan ekosistem tersebar pada berbagai aktivitas keuangan dengan lebih efektif dan efisien," kata Yuddy.
 
"Saya mengajak seluruh insan Bank BJB untuk senantiasa bersemangat dan optimistis dalam menghadapi 2023. Mari kita senantiasa bersatu sebagai keluarga besar, baik antargrup usaha, antar unit kerja, maupun antarindividu, guna memperkuat sinergi dan menciptakan keunggulan grup usaha yang besar dan kuat," lanjut Yuddy.
 
 
 

Pewarta: Ajat Sudrajat

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023