Para delegasi konferensi internasional pembentukan forum MPR sedunia menapak tilas sejarah suasana Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Mengambil titik awal dari Hotel Savoy, mereka berjalan kaki dengan jarak sekira 100 meter menuju Gedung Merdeka, lokasi pembukaan konferensi internasional.

Selain para delegasi, hadir pula Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD.

Tiba di Gedung Merdeka, para delegasi disajikan sejumlah tarian daerah di Indonesia.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan konferensi internasional itu dilakukan di Gedung Merdeka Bandung, gedung yang sangat bersejarah, bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia, khususnya bagi negara-negara yang berada di benua Asia dan benua Afrika.

"Selaku Pimpinan MPR RI, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kehadiran para yang mulia memenuhi undangan MPR, menyegarkan kembali spirit Bandung dengan Konferensi Asia Afrika-nya," kata Bamsoet.
Indonesia menggelar Konferensi Internasional Majelis Permusyawaratan Rakyat, Majelis Suro, atau Nama Sejenis Lainnya dari Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menginisiasi forum pimpinan MPR sedunia di Bandung, Jawa Barat, 24-26 Oktober 2022.

Dalam konferensi internasional itu sebanyak lima belas lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat, Majelis Suro, atau Nama Sejenis Lainnya yakni Republik Indonesia, Kerajaan Arab Saudi, Kerajaan Maroko, Republik Arab Mesir, Republik Islam Pakistan, Palestina, Malaysia, Republik Demokratik Rakyat Aljazair, Kerajaan Bahrain, Republik Mozambik, Republik Yaman, Republik Turki, Republik Islam Iran, Republik Irak, Kerajaan Yordania Hasyimiyah.

Selain itu, hadir pula dua organisasi internasional Persatuan Parlemen Negara Anggota OKI dan Liga Muslim Dunia.





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Delegasi forum MPR sedunia kenang suasana KAA di Bandung

Pewarta: Fauzi

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022