Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebut konsep kolaborasi pentahelix bisa menjadi solusi untuk mengatasi banjir yang terjadi di kawasan Bandung timur, khususnya di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pasalnya selain di kawasan Bandung selatan, menurutnya sejumlah kompleks perumahan yang ada di kawasan Cileunyi itu juga langganan terkena banjir. Maka dari itu, menurutnya fenomena tersebut tak boleh terabaikan begitu saja.

Baca juga: Kabupaten Bandung salurkan beras guna tangani 8 kecamatan rawan pangan

"Secara hitungan teknis, sebetulnya lokasi ini tidak mengindahkan data banjir, jadi kalau Cileunyi di wilayah selatannya ini di bawah data banjir yang sudah ditentukan Pemerintah, sehingga kondisinya ya seperti ini," kata Dadang saat meninjau banjir di Asrama Polisi Cibiru, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin.

Di kawasan tersebut, menurutnya sedimentasi di aliran sungai sudah tinggi. Sehingga menurutnya sungai menjadi dangkal hingga airnya kembali ke perumahan warga yang menciptakan genangan.

Untuk itu, menurutnya Pemerintah Kabupaten Bandung bakal menerapkan konsep pentahelix termasuk berunding dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, serta PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pasalnya, kata dia, di kawasan itu juga terdapat aset milik PT KAI.
"Jadi nanti masukan dari BBWS seperti apa, PU seperti apa, KAI seperti apa. Nanti kita duduk bersama, bagian siapa saja," kata dia.

Menurutnya konsep pentahelix itu terbukti bisa mengatasi suatu permasalahan di tingkat wilayah. Salah satu contohnya, kata dia, banjir di kawasan Ciwidey yang bisa terselesaikan.

Baca juga: Produk kopi asal Kabupaten Bandung dilirik pengusaha Turki

"Saya sudah lakukan pentahelix ini di beberapa lokasi ya, ini salah satu langkah strategis, buktinya Ciwidey selesai," kata dia.

Dalam waktu dekat, dia mengatakan pihaknya bakal menormalisasi sungai di sekitar pemukiman warga di kawasan Bandung timur hingga ke aliran Sungai Cikeruh yang bermuara di Sungai Citarum.

"Nah untuk antisipasi nanti kita bantu untuk masalah pompa dulu, agar bagaimana supaya tidak terjadi genangan yang lama," kata dia.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022