Pelaksana tugas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meresmikan destinasi wisata baru bernama Danau Kramba Preto yang berlokasi di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Danau Kramba Preto merupakan objek wisata yang diinisiasi dan dikembangkan oleh warga setempat, dibantu sejumlah komunitas peduli lingkungan dengan memanfaatkan Situ Rawa Gede serta mengubahnya menjadi tujuan wisata elok untuk dikunjungi.

"Saya apresiasi betul buat warga Bojong Menteng, khususnya Bang Haji Ujat dan kawan-kawan telah sukses memanfaatkan danau menjadi objek wisata yang sekarang diberi nama Wisata Danau Kramba Preto yang sangat estetik," katanya di Bekasi, Senin.

Pemerintah Kota Bekasi mendukung segala upaya masyarakat dalam memajukan daerah dengan mengembangkan potensi wilayah menjadi destinasi wisata yang diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat khususnya warga setempat.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, Tri berjanji memberikan bantuan berupa perbaikan akses jalan masuk menuju objek wisata serta bantuan tanaman untuk penghijauan di area tersebut.

"Nanti saya menugaskan Disparbud dan DBMSDA untuk bersinergi melakukan penghijauan dan perbaikan akses masuk yang tampak kumuh dan rusak berikut pembenahan drainase agar pengunjung merasa lebih nyaman," ucapnya.

Tokoh masyarakat sekaligus penggagas Danau Kramba Preto Ujat mengungkapkan sedikit sejarah asal muasal pemberian nama danau yang dikelola dan menjadi tanggung jawabnya itu.

"Saya memberi nama Danau Kramba Preto ini ada sejarahnya, preto singkatan dari preman tobat, dulu saya preman tapi alhamdulillah sudah lama bertobat dan siap mengabdikan diri kepada Allah, lingkungan, dan masyarakat," ucapnya.

Ujat juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi atas dukungan yang diberikan terhadap kreativitas masyarakat, khususnya warga Bojong Menteng.
"Semoga sinergi ini dapat terus ditingkatkan dan semoga lokasi ini mampu menjadi objek wisata unggulan yang banyak dikunjungi wisatawan," katanya.

Peresmian objek wisata Danau Kramba Preto Rawalumbu Kota Bekasi ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pelaksana tugas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama penggagas, Ujat.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa kawasan Sungai Kalimalang di Kota Bekasi kini bisa menjadi ruang interaksi sosial dan tujuan wisata warga.

"Dulu Kalimalang hanya sekadar dilirik sambil lewat, sekarang bisa dinikmati, khususnya sore sampai malam hari. Ini tempat istirahat atau ngabuburit," katanya saat meresmikan penataan kawasan Sungai Kalimalang pada Rabu.

Menurut dia, warga bisa menggunakan sisi utara dan selatan Kalimalang yang sudah ditata sebagai ruang interaksi sosial dan tempat berwisata.

Gubernur mengatakan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen melanjutkan tahapan penataan Kalimalang, yang dimulai tahun 2019 dan sempat dihentikan pada 2020 karena pandemi COVID-19.

Penataan Kalimalang, menurut dia, akan dilanjutkan setelah pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) beres.

"Akan dilanjutkan nanti tahap 2, 3, 4 seiring tol Becakayu beres. Karena kalau dibangun sekarang takutnya nanti terbongkar dan rusak lagi," katanya.

Ia mengatakan bahwa penataan Kalimalang tahap satu juga akan disempurnakan.

"Nanti semuanya dicicil ke arah timur, termasuk urusan (penanganan) pencemaran, kekumuhan... Lalu ditanami pohon supaya lebih teduh," katanya.

Selain itu, menurut dia, pada akhir tahun 2022 akan dibangun jembatan penghubung sisi utara dan selatan Kalimalang agar warga tidak harus memutar untuk menikmati kedua sisi sungai.
 

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022