Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan akan meningkatkan kapasitas Fakultas Kedokteran hingga 20 persen tahun ajaran baru mendatang.

“Permintaan akan tenaga kesehatan terus meningkat sesuai dengan proyeksi kesehatan 2025. Oleh karena itu perlu langkah untuk mempercepat ketersediaan tenaga kesehatan. Langkah efisiennya dengan menambah Fakultas Kedokteran yang sudah terbukti efektif,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, f Nizam, di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan peningkatan kapasitas tersebut berdasarkan pada kajian, jumlah dosen, hingga capaian Fakultas Kedokteran tersebut. Dari hasil kajian peningkatan kapasitas tersebut bisa dilakukan dari 11.000 hingga 15.000 per tahunnya.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan target dari Kementerian Kesehatan. Fakultas Kedokteran yang diperbolehkan meningkatkan kapasitasnya yakni yang memiliki akreditasi A dan B.

“Juga disesuaikan dengan kualitas dan kapasitas dari Fakultas Kedokterannya,” katanya.

Selain itu, Kemendikbudristek juga menyiapkan empat Fakultas Kedokteran baru di sejumlah provinsi yang belum memiliki. Empat Fakultas Kedokteran tersebut berada di Sulawesi Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Kepulauan Riau.

“Ini merupakan upaya kita untuk meratakan ketersediaan dokter di Indonesia. Sekaligus kita melakukan moratorium pembukaan Fakultas Kedokteran. Saat ini sudah banyak yang antre tapi di kota besar, sementara pemerintah ingin Fakultas Kedokteran yang baru itu berada di daerah pedalaman yang mana tenaga dokter sangat dibutuhkan,” demikian Nizam.
 

Pewarta: Indriani

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022