Prajurit Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 6 Antralina melakukan pengasapan (fogging) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) ke sejumlah rumah di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Pengasapan ini untuk membantu warga dalam upaya mencegah terjadinya penyebaran penyakit DBD, karena dari hasil pemantauan di lokasi terdapat jentik-jentik nyamuk, sehingga selain melakukan pengasapan kami pun memberantas sarang nyamuk," kata Komandan Puslatpur Marinir 6 Antralina, Letkol (Marinir) Ombun Tarera Sipahutar di Sukabumi, Rabu.

Baca juga: Dinkes Sukabumi: 4 warga sudah meninggal akibat DBD

Adapun salah satu lokasi yang menjadi sasaran pengasapan antara lain Kampung Ciareuy dan Sindangresmi, Kecamatan Jampang Tengah. Menurutnya, pengasapan ini hanya untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypti dewasa, namun untuk jentiknya harus dibasmi dengan abatesasi cair ke sarang nyamuk.

Lanjut dia, yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penyebaran DBD adalah melakukan PSN dengan melakukan gerakan 3M yakni menguras penampungan air, menutup atau menimbun barang yang bisa menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk dan mendaur ulang barang bekas.

Tapi itu saja tidak cukup, warga pun harus menggunakan lotion antinyamuk baik saat hendak tidur maupun beraktivitas, kemudian memasang kelambu antinyamuk dan terpenting selalu menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.
"Prajurit Korps Marinir TNI AL yang dikerahkan untuk membantu masyarakat tidak hanya melakukan pengasapan dan PSN di permukiman warga saja, tetapi juga membersihkan fasilitas umum, saluran air dan lingkungan sekitar kampung," tambahnya.

Di sisi lain, Ombun mengimbau warga agar selalu berprilaku hidup bersih dan sehat apalagi kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini yang awalnya cerah tapi seketika turun hujan biasanya menjadi waktu berkembangbiaknya nyamuk.

Maka dari itu, pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari DBD karena nyamuk bisa menyerang siapa saja dan penyakit ini merupakan salah satu yang mematikan jika pasiennya tidak segera mendapatkan pertolongan medis.

Baca juga: 134 Warga Sukabumi Dirawat Akibat DBD

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022