Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 ini bakal meniadakan "pasar kaget" atau pasar dadakan yang kerap muncul ketika akhir pekan dan berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana  di Bandung, Jawa Barat, Senin mengatakan pasar sejenis itu seharusnya sudah tidak ada lagi selama PPKM Level 3 ini.

Baca juga: 253 kendaraan di Gerbang Tol Pasteur Bandung diputarbalik arah

Adapun pasar kaget yang muncul pada akhir pekan lalu, salah satunya yakni di sekitaran Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (13/2).
 
"Harusnya sudah tidak boleh ada pasar tumpah atau pasar kaget, harusnya tidak boleh. Kita akan sampaikan nanti, kan ini juga kepentingan bersama," katanya.
 
Ia mengatakan pemkot bakal mengerahkan dinas terkait dan aparat kewilayahan untuk meniadakan pasar kaget yang dapat menjadi sumber penyebaran COVID-19 itu.
 
"Teman-teman dinas terkait dan kewilayahan harusnya mengedukasi ya, tapi di beberapa tempat (pasar kaget) sudah tidak ada," katanya.
 
Saat ini pertambahan kasus COVID-19 harian di Kota Bandung terus mengalami lonjakan. Sejauh ini tercatat ada sebanyak 4.984 kasus aktif di Kota Bandung, padahal pekan sebelumnya tercatat kasus aktif masih berada di angka sekitar 1.000 kasus.

Baca juga: KCIC siapkan pengerjaan "track laying" kereta cepat Jakarta-Bandung

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker dalam berbagai aktivitas. Menurutnya penggunaan masker itu upaya yang paling minimal dalam mencegah COVID-19.
 
"Ya ini kan karena sifat Omicron juga, lebih mudah menyebar. Kita jangan panik, waspada harus," demikian Yana Mulyana.


 

 

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi

Editor : Feri Purnama


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022