Jajaran Kepolisian Resor Metro Bekasi melakukan pengawasan terhadap pelaku perjalanan luar negeri guna mengantisipasi potensi penyebaran varian baru virus corona jenis baru penyebab COVID-19 varian  Omicron di wilayah hukumnya.

"Tentunya ini menjadi salah satu strategi kami agar virus varian terbaru yang berasal dari Afrika Selatan itu tidak menyebar di wilayah kami," kata Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Gidion Arif Setyawan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin.

Baca juga: Dinkes catat 14 pasien Omicron di Jawa Barat


Penyebaran COVID-19 varian Omicron semakin meluas, khususnya di wilayah DKI Jakarta. Pada Minggu (9/1) pemerintah mencatat ada 407 kasus Omicron telah ditemukan di Ibu Kota Indonesia.

Kapolres mengaku akan lebih memfokuskan potensi penyebaran pada kasus impor (import case) sehingga skema pemantauan dilakukan kepada para pelaku perjalanan dari luar negeri.

"Untuk Omicron kami mengantisipasi para pelaku perjalanan luar negeri," katanya.
Pihaknya berencana memberlakukan pemantauan khusus bagi para pelaku perjalanan luar negeri, termasuk para tenaga kerja asing yang baru saja tiba di Kabupaten Bekasi.

Pemberlakuan serupa, kata dia, juga dilakukan kepada masyarakat umum yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri dan kembali ke Indonesia.

"Tak terkecuali, baik masyarakat umum atau pun TKA, pokoknya kalau mereka dari luar negeri harus dipantau dan dikarantina. Tapi kalau TKA-nya sudah ada di sini sebelum kasus Omicron ada, tentu tidak perlu dipantau," katanya.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan ketat lantaran kini telah ditemukan kasus Omicron melalui transmisi lokal.

"Karena kunci utama pencegahan penyebaran virus corona terletak pada kedisiplinan masyarakat dalam mengikuti anjuran pemerintah, menerapkan protokol kesehatan secara ketat, ditambah vaksinasi," demikian Gidion Arif Setyawan.

Baca juga: 4 warga Jawa Barat terinfeksi Omicron d rawat di RSUD, sebut gubernur

Baca juga: 20 warga Jabar terpapar Omicron usai dari luar negeri, sebut Gubernur

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022