Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Disperinda Jabar) memfasilitasi sebanyak 44 perusahaan untuk mengikuti pelepasan ekspor akhir tahun 2021, yang digelar secara serentak oleh Kementerian Perdagangan di 26 provinsi.
"Jumlah pelaku usaha di Jawa Barat yang ikut melakukan ekspor di Desember ini sebanyak 44 perusahaan yang tercatat melalui surat keterangan asal (SKA). Volume ekspor dari Jawa Barat ini mencapai 20.493 ton atau senilai 17,87 juta dolar AS," kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Moh Arifin Soedjayana dalam keterangan resminya di Bandung, Jumat.
Arifin mengatakan momentum pelepasan ekspor produk bernilai tambah tersebut merupakan wujud konkret dukungan pemerintah pusat dan daerah kepada para pelaku bisnis untuk terus berupaya dalam meningkatkan nilai ekspor Indonesia.
Baca juga: Disperindag Jabar target digitalisasi pembayaran di 270 pasar
Menurut dia, ekspor ini telah mendorong pelaku bisnis terus berinovasi menciptakan produk-produk bernilai tambah dan memanfaatkan peluang pasar yang ada, agar bisa bersaing di dalam maupun luar negeri.
"Juga menjaga pertumbuhan ekonomi masyarakat agar terus berjalan," ujarnya.
Arifin mengatakan Jawa Barat menyumbang 14,68 persen dari total ekspor nasional pada Januari hingga November 2021.
Dia mengatakan angka ini menjadikan Jabar menjadi provinsi nomer satu penyumbang ekspor terbesar di Indonesia.
Arifin mengatakan Jawa Barat juga mendapat kehormatan karena menjadi lokasi utama pelepasan ekspor akhir 2021 yang dipimpin Menteri Perdagangan M Lutfi.
Baca juga: Disperindag Jabar gandeng Aprindo terkait penyaluran 11 juta liter minyak goreng
Ada tiga lokasi pelepasan ekspor akhir tahun yang digelar di Jawa Barat yakni lokasi utama di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang; PT Bina Niaga Multiusaha (BNM Stainless Steel), Kabupaten Bekasi; dan PT Argha Karya Prima Industry, Kabupaten Bogor.
Dalam keterangannya, Menteri Perdagangan M Lutfi mengatakan pelepasan ekspor akhir tahun ini menunjukkan bahwa ekonomi nasional mulai pulih.
Menurut Mendag, hal ini harus tetap dijaga secara serius agar perekonomian Indonesia terus bangkit dan tumbuh.
"Pelepasan ekspor ini merupakan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha guna mendorong pemulihan ekonomi nasional, serta tingkatkan kinerja ekspor nasional," ujar Mendag.
Mendag mengatakan kinerja ekspor Indonesia sepanjang 2021 memperlihatkan kinerja yang positif dan per November 2021, total nilai ekspor telah 209,16 miliar dolar AS dan menjadi yang tertinggi dalam sejarah.
"Nilai ini melampaui rekor ekspor sepanjang 2011 yang mencapai 203 miliar dolar AS," kata dia.
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021
"Jumlah pelaku usaha di Jawa Barat yang ikut melakukan ekspor di Desember ini sebanyak 44 perusahaan yang tercatat melalui surat keterangan asal (SKA). Volume ekspor dari Jawa Barat ini mencapai 20.493 ton atau senilai 17,87 juta dolar AS," kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Moh Arifin Soedjayana dalam keterangan resminya di Bandung, Jumat.
Arifin mengatakan momentum pelepasan ekspor produk bernilai tambah tersebut merupakan wujud konkret dukungan pemerintah pusat dan daerah kepada para pelaku bisnis untuk terus berupaya dalam meningkatkan nilai ekspor Indonesia.
Baca juga: Disperindag Jabar target digitalisasi pembayaran di 270 pasar
Menurut dia, ekspor ini telah mendorong pelaku bisnis terus berinovasi menciptakan produk-produk bernilai tambah dan memanfaatkan peluang pasar yang ada, agar bisa bersaing di dalam maupun luar negeri.
"Juga menjaga pertumbuhan ekonomi masyarakat agar terus berjalan," ujarnya.
Arifin mengatakan Jawa Barat menyumbang 14,68 persen dari total ekspor nasional pada Januari hingga November 2021.
Dia mengatakan angka ini menjadikan Jabar menjadi provinsi nomer satu penyumbang ekspor terbesar di Indonesia.
Arifin mengatakan Jawa Barat juga mendapat kehormatan karena menjadi lokasi utama pelepasan ekspor akhir 2021 yang dipimpin Menteri Perdagangan M Lutfi.
Baca juga: Disperindag Jabar gandeng Aprindo terkait penyaluran 11 juta liter minyak goreng
Ada tiga lokasi pelepasan ekspor akhir tahun yang digelar di Jawa Barat yakni lokasi utama di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang; PT Bina Niaga Multiusaha (BNM Stainless Steel), Kabupaten Bekasi; dan PT Argha Karya Prima Industry, Kabupaten Bogor.
Dalam keterangannya, Menteri Perdagangan M Lutfi mengatakan pelepasan ekspor akhir tahun ini menunjukkan bahwa ekonomi nasional mulai pulih.
Menurut Mendag, hal ini harus tetap dijaga secara serius agar perekonomian Indonesia terus bangkit dan tumbuh.
"Pelepasan ekspor ini merupakan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha guna mendorong pemulihan ekonomi nasional, serta tingkatkan kinerja ekspor nasional," ujar Mendag.
Mendag mengatakan kinerja ekspor Indonesia sepanjang 2021 memperlihatkan kinerja yang positif dan per November 2021, total nilai ekspor telah 209,16 miliar dolar AS dan menjadi yang tertinggi dalam sejarah.
"Nilai ini melampaui rekor ekspor sepanjang 2011 yang mencapai 203 miliar dolar AS," kata dia.
Editor : Ajat Sudrajat
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021