Satuan Tugas Penanganan COVID-19 (Satgas) mencatat sebanyak 132.073.986 warga Indonesia sudah menerima dosis pertama vaksinasi COVID-19 hingga Kamis pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data terbaru miliki Satgas COVID-19 yang diterima ANTARA di Jakarta, pada Kamis, jumlah warga yang telah divaksinasi dosis pertama telah bertambah sebanyak 67.609 orang.

Jumlah warga yang telah mendapatkan dua dosis vaksin kini telah mencapai 86.335.923 orang setelah mengalami penambahan sebanyak 56.207 orang.

Disebutkan pula bahwa dosis ketiga yang saat ini hanya diberikan pada tenaga kesehatan (nakes) telah meningkat sebanyak 252 orang, menjadikan total penerima dosis ketiga mencapai 1.197.831 orang.

Satgas COVID-19 menyatakan sampai hari ini, pemerintah masih menargetkan 208.265.720 warga Indonesia untuk bisa mendapatkan dua dosis penyuntikan vaksin COVID-19 agar dapat membentuk kekebalan kelompok.

Selanjutnya, Satgas COVID-19 menyebutkan jumlah kasus aktif terus menurun. Pada Kamis, kasus aktif turun sebanyak 75 kasus di seluruh Indonesia menjadikan total keseluruhan kasus tersisa 8.315 kasus.

Walaupun demikian, jumlah orang yang terkonfirmasi terinfeksi SARS-CoV-2 terus mengalami penambahan sebanyak 400 kasus. Sehingga saat ini terdapat 4.252.345 orang yang positif COVID-19 di seluruh wilayah Indonesia.

Hal itu menyebabkan kasus kematian akibat COVID-19, terus mengalami penambahan sebanyak 11 jiwa, sehingga jumlah pasien yang meninggal mencapai 143.709 jiwa.

Meski angka kematian terus bertambah, jumlah pasien sembuh dari COVID-19 juga terus meningkat. Saat ini jumlah tersebut telah bertambah 464 pasien sehingga total pasien sembuh menjadi 4.100.321 jiwa.

Kemudian sebanyak 270.228 spesimen dari beragam tes COVID-19 telah diperiksa, sedangkan 5.465 orang telah masuk ke dalam kategori suspek, dengan positivity rate spesimen harian 0,21 persen dan tingkat positivity rate orang harian adalah 0,21 persen.

Satgas COVID-19 juga mengimbau masyarakat untuk segera mendaftarkan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk segera mendapatkan vaksin agar mencegah terjadinya lonjakan kasus yang menyebabkan gelombang ketiga COVID-19 yang diprediksi akan terjadi pada libur Hari Natal dan Tahun Baru.

Masyarakat juga diharapkan untuk tidak mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan terus mengikuti perkembangannya di Indonesia dari Juru Bicara pemerintah maupun imbauan dari Satgas COVID-19.*

Baca juga: Forkopimda Cianjur beri hadiah peserta gebyar vaksinasi COVID-19

Baca juga: Polres Garut tingkatkan patroli rutin untuk ciptakan ketertiban dan cegah kerumunan
 

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021