Wakil Wali kota Bogor Dedie A. Rachim mengajak masyarakat mulai merenungkan rekam wabah COVID-19 melalui pameran karya Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor agar bersama-sama bertekad untuk tidak kembali ke situasi yang sama lagi.
 
"Ini sebuah flashback, dimana satu setengah tahun ini ini ternyata kita melewati berbagai kisah, berbagai situasi yang sangat dahsyat kalau diukur dari sejarah manusia. Dan Bogor ternyata menjadi bagian dari proses perjuangan kita memutus rantai Covid-19," ungkap Dedie usai melihat pameran foto para pewarta dalam rilis yang diterima di Kota Bogor, Minggu.
 
Menurut Dedie, pameran yang berlangsung selama tiga hari 29-31 Oktober di Bogor Creative Centre (BCC), Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, memberikan banyak ingatan bahwa Pandemi Covid-19 yang berjalan hampir dua tahun meninggalkan banyak cerita. Perjalanan itu kemudian menjadi momentum membingkai suatu peristiwa.

Ia melihat perjalanan peristiwa di masa pandemi dalam bingkaian foto para pewarta, mulai dari momentum wabah pertama merebak, hingga vaksinasi di berbagai tempat.
 
Dari karya jurnalis foto ini, sambung Dedie, semua bisa menggambarkan bagaimana situasi kedahsyatan Pandemi COVID-19.
 
"Saya memberikan apresiasi kepada jurnalis foto yang saat ini memamerkan karyanya. Mudah-mudahan masyarakat bisa hadir di sini untuk melihat ternyata perjuangan kita ini luar biasa. Dan kalau tidak direkam oleh para jurnalis foto kita menganggap hal ini seperti sesuatu yang biasa saja," ucapnya.
 
Dedie mengucap banyak terima kasih kepada para pewarta foto yang lewat karya-karyanya dapat meruntuhkan hati.
 
Untuk itu, ia berharap para pewarta bisa terus berkarya membuat masyarakat termotivasi untuk memutus rantai COVID-19.

"Di sini tergambar situasi yang krusial dan itu mestinya menjadi refleksi untuk kita sekua. Bagaimana menghadapi dan menyikapi agar permasalahan Covid-19 bisa tuntas dan tidak terulang kembali di suatu saat," katanya.
 
Di tempat yang sama, Ketua PFI Bogor, Hendi Novian menjelaskan pameran foto jurnalistik ‘Merekam Wabah’ menyajikan 80 karya Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor.

Hendi mengatakan, pameran foto ini menjadi wujud karya nyata para pewarta foto Bogor yang setiap hari bertugas mengabarkan berbagai peristiwa lewat jepretannya.
 
Pameran ini menampilkan berbagai sisi pandemi Covid-19. Dampak yang begitu dahsyat dipotret meski dengan risiko tinggi. Dalam keseharian, karya-karya pewarta foto ini juga menghiasi media tempat mereka bekerja. Mengabarkan berbagai peristiwa untuk masyarakat.

“Yang jelas, dalam setiap peliputan, para pewarta berkomitmen menjaga kesehatan dan keselamatan satu sama lain dengan terus menerapkan protokol kesehatan ketat. Ini adalah buah dedikasi dan semangat mewartakan secara jujur tentang apa yang terjadi,” ujar Hendi.
 
Menurutnya, Rekam Wabah diharapkan menjadi pengingat tentang ganasnya pandemi yang menyerang negeri ini.
 
Rekam Wabah juga menjadi pengingat bagaimana tenaga kesehatan dan elemen lain yang berjibaku bertaruh nyawa berada di garda terdepan penanganan Covid-19.
 
“Pameran ini kami persembahkan bagi masyarakat, dan tentunya rekan-rekan PFI Bogor sebagai kado kecil pengabdian dalam mengabadikan berbagai momen setiap harinya di kota maupun Kabupaten Bogor. Rekam Wabah adalah pengingat kita bersama bahwa Covid-19 pernah ada dan masih ada hingga kini,” kata Hendi.

Baca juga: Pemkab Bogor siapkan strategi cegah lonjakan wisatawan pada Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Mahasiswa pembuat bantal pereda gangguan rahang juarai Pimnas 2021
 

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021