Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mencatat dua bencana alam  terjadi selama sepekan terakhir ini yakni bencana longsor di Kecamatan Cipanas dan banjir di Kecamatan Karangtengah. 

Plt Kepala BPBD Cianjur, Tedi Artiawan saat dihubungi Senin, mengatakan banjir melanda tiga desa di Kecamatan Karangtengah, tepatnya di Desa Sukasirna, Ciherang dan Desa Sindangraja (Senin pagi), mengakibatkan puluhan hektare sawah terendam banjir, lahan peternakan dan jalan kabupaten serta jalan promosi tergenang setinggi paha orang dewasa.

"Kami masih melakukan pendataan, terkait banjir yang melanda tiga desa tersebut, namun dugaan sementara banjir terjadi akibat saluran irigasi yang tidak berfungsi dengan baik. Sebelumnya hujan turun deras sejak pagi hingga sore, belum ada laporan perkampungan yang terendam banjir," katanya.

Pihaknya telah menurunkan petugas dan Relawan Tangguh Bencana (Retana) ke lokasi banjir untuk melakukan pendataan dan segera mengevakuasi warga, jika banjir susulan kembali terjadi dan mengancam perkampungan warga. Bahkan pihaknya segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pengerukan di sepanjang sungai dan saluran irigasi.

Sedangkan terkait tebing longsor dan amblasnya jalan penghubung antar desa di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, pihaknya masih berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan karena jalan tersebut merupakan jalur alternatif warga untuk beraktivitas sehari-hari. 

"Tebing setinggi 20 meter dengan lebar 25 meter tersebut longsor pada tiga hari lalu, sehingga aktivitas warga terhambat karena selama ini jalan tersebut merupakan jalur alternatif warga," kata Tedi. 

Kepala Desa Batulawang, Nanang Rohendi, mengatakan jalan tersebut merupakan jalur alternatif yang biasa dilalui warga, khususnya petani. 
Hingga saat ini jalan tersebut masih belum bisa dilewati baik pejalan kaki maupun pengendara motor.

"Belum ada penanganan sampai hari ini, padahal sudah tiga hari tidak dapat dilewati sama sekali. Namun kepala desa terus berkoordinasi dengan Pemkab Cianjur untuk penanganan cepat, agar warga dapat kembali beraktivitas," katanya. 

Baca juga: Polisi periksa oknum pegawai terduga pembuat KTP palsu di Cianjur

Baca juga: Disparpora Cianjur catat tempat wisata patuhi batasan pengunjung 50 persen

 

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021