Ganda putri seni kontingen Papua, Miftiyah Husnul dan Devi Sutanti, gagal mempersembahkan medali emas setelah kalah ketepatan waktu dua detik dari ganda putri Jawa Barat pada final cabang olahraga pencak silat Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua sehingga Jawa Barat menambah emas dalam cabang ini.

Kontingen Bumi Cenderawasih mencatatkan waktu dua menit 58 detik, sedangkan duo Jawa Barat Riska Hermawan dan Ririn Rinasih tampil bersih dengan ketepatan waktu tiga menit.

Padahal, keduanya mengumpulkan jumlah poin sama, 573. Ketua pertandingan memutuskan Jawa Barat keluar sebagai pemenang karena lebih tepat soal waktu.

Sementara, pada posisi ketiga atau peraih medali perunggu diraih ganda putri seni Bali melalui Putu Cincin Citra Dewi bersama rekannya Ni Made Mega Sri Wahyuni.



Keduanya juga berhasil meraup poin sama dengan Papua dan Jawa Barat yakni 573. Namun, kontingen Bali kalah soal perolehan skor teknik karena hanya mampu mengumpulkan 229 poin, sedangkan Papua dan Jawa Barat 230 poin.

Sementara Yustika Allawiyah dan Amalia Dewanti dari DKI Jakarta gagal mempersembahkan medali untuk kontingen ibu kota karena hanya bisa meraih skor akhir 563.

Nasib sama dialami duo Banten, Jawa Timur dan Sumatera Barat. Banten yang diwakili Eni Sumiati dan Miftahul Husna hanya meraih nilai 559, sedangkan Jawa Timur hanya mampu mengumpulkan 555 poin dengan catatan waktu tiga menit lewat satu detik. 

Untuk kelas ganda putri seni, Sumatera Barat mendapatkan nilai terendah 542 dengan catatan waktu tiga menit dua detik.

Baca juga: Jabar sandingkan emas beregu dan tunggal putra silat seni PON XX Papua

Baca juga: Atlet Jabar Asep Yuldan rebut medali emas pencak silat PON Papua

Baca juga: Dua jawara Asian Games dari DKI dan Jabar berebut emas pencak silat PON

Pewarta: Muhammad Zulfikar

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021