Enam kasus baru positif COVID-19 varian Delta yang ditemukan di Shanghai, China, ternyata pasien tersebut telah menerima vaksin dosis lengkap sebagaimana yang dilaporkan otoritas kesehatan setempat, Minggu (22/8).

Satu orang bekerja sebagai petugas medis di salah satu rumah sakit yang terinfeksi pada Rabu (18/8), sedangkan lima lainnya pekerja bagian logistik di Bandar Udara Internasional Pudong pada Jumat (20/8) dan Sabtu (21/8).

Meskipun demikian, penelitian yang dilakukan oleh tim yang dipimpin pakar terkemuka epidemiologi Prof Zhong Nanshan menyatakan bahwa suntikan dua dosis vaksin inaktif masih efektif mencegah infeksi Delta.

Sekitar 59 persen efikasinya mampu mencegah gejala Delta seperti yang pernah terjadi di Guangzhou, Provinsi Guangdong.

Vaksin inaktif buatan China 70,2 persen efektif mencegah gejala sedang dan 100 persen gejala serius, demikian hasil penelitian tersebut yang dipublikasikan di Jurnal Emerging Micobes & Infections pada 14 Agustus 2021.

Tingkat vaksinasi di Shanghai sampai saat ini telah menjangkau 80 persen penduduk dewasa, sama dengan di Beijing.

Kasus sporadis Delta di China rata-rata berawal dari bandar udara internasional, seperti di Nanjing, Guangzhou, dan Shanghai. 

Baca juga: Varian Delta di China meluas, kasus COVID-19 bertambah 75 orang

Baca juga: Varian Delta tak butuh karantina lama tapi harus lebih sering tes

Baca juga: Antibodi vaksin COVID China kurang efektif melawan varian Delta

Pewarta: M. Irfan Ilmie

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021