Wali Kota Bogor Bima Arya memuji langkah pengelola Es-teh Indonesia yang membuka cabang usahanya ke-300-an di Kota Bogor dan membuka lowongan kerja, di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

Bima Arya, di Kota Bogor, Kamis, mengatakan, langkah ekspansi bisnis dari pengelola Esteh Indonesia ini, memberikan banyak manfaat dan makna, bukan hanya menumbuhkan perekonomian di Kota Bogor, juga membuka lapangan kerja bagi warga Kota Bogor yang kesulitan di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

Dari 300-an cabang tersebut, sekitar 70 persen di Pulau Jawa dan 30 persen di luar Pulau Jawa. Kini, menambah lagi cabang di Jalan Achmad Adnawijaya Kota Bogor.

Menurut Bima Arya, langkah ekspansi bisnis yang dilakukan pemilik tempat jajan Esteh Indonesia ini, bisa menjadi inspirasi bagi entrepreneur muda lainnya, khususnya dari Kota Bogor.

"Ini contoh entrepreneurship yang baik, dan bisa menjadi contoh bagi anak-anak muda lainnya. Modal awalnya ketika memulai bisnis ini cuma sekitar Rp5 juta, tapi sekarang menjadi luar biasa. Saya doakan semoga bisa go-international," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bima Arya juga berharap, ekonomi Kota Bogor bisa kembali bergairah kembali, karena angka kasus positif COVID-19 sudah cukup terkendali.

Bima menambahkan, pengelola Esteh Indonesia ini, selain terus membangun bisnisnya juga melakukan kegiatan sosial dengan menyumbangkan paket sembako, untuk warga Kota Bogor yang terpapar dan terdampak COVID-19, melalui Posko Logistik Darurat.

Menurut Bima, kasus harian positif COVID-19 juga sudah menurun jauh dari sebelumnya, sekitar 600-an kasus per hari, saat ini sudah di bawah 100 kasus per hari.

Sedangkan, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) pasien positif COVID-19 di 21 rumah sakit rujukan di Kota Bogor, juga sudah menurun jauh, dari 82 persen dan saat ini menjadi 38 persen.

Menurut Bima, tempat usaha di Kota Bogor, seperti kafe, restoran, rumah makan, dan tempat kuliner, semuanya cukup taat menjalankan protokol kesehatan (prokes).

"Mudah-mudahan Kota Bogor tetap bertahan pada situasi terkendali ini, sehingga kita bisa turun ke level 3, 2, dan 1 menjadi zonasi hijau, supaya semuanya kondusif dan bisa bekerja dengan nyaman," katanya.

Baca juga: Kopi-teh dari kotoran gajah disebut minuman mahal dan langka?

Baca juga: 10 jenis teh herbal dan kegunaannya bagi kesehatan, apa saja?

Baca juga: DPRD Jabar dorong kajian terkait perluasan kawasan penghasil teh

Pewarta: Riza Harahap

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021