Sejumlah masjid di Beijing tutup lagi sebagai dampak dari munculnya kasus COVID-19 varian Delta sehingga Kedutaan Besar RI kembali mengadakan shalat Jumat khusus untuk kalangan staf dan warga negara Indonesia di Ibu Kota China itu.

“Kami hari ini mengadakan Jumatan lagi sampai situasi di Beijing benar-benar pulih dan masjid-masjid dibuka lagi,” kata Yaya Sutarya selaku Ketua Majelis Taklim KBRI Beijing.

Jumatan di KBRI Beijing digelar di aula serba guna yang diikuti sekitar 50 orang, baik kalangan staf KBRI maupun WNI.

Setelah ritual Jumatan dilanjutkan dengan silaturahmi diselingi santap siang bersama jamaah dengan menu khas Nusantara.

Sarana peribadatan di Beijing ditutup untuk sementara menyusul merebaknya wabah COVID-19 varian Delta.

“Hari ini tidak ada Jumatan,” tulis Zhao, imam Masjid Nandouya, dalam pesan singkatnya kepada ANTARA Beijing.

Di Beijing terdapat 70 lebih unit masjid yang biasanya menggelar shalat Jumat.

Sejak pandemi, masjid dan fasilitas ibadah agama lain di Beijing termasuk tempat keramaian memberlakukan sistem buka-tutup.

“Ketika masjid-masjid tersebut ditutup, kami menggelar Jumatan sendiri. Ini sudah berlangsung sejak awal pandemi tahun lalu,” kata Yaya yang juga Atase Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi KBRI Beijing itu.

Sejak ditemukan kasus COVID-19 varian Delta di Bandar Udara Internasional Lukou, Nanjing, Provinsi Jiangsu, pada 23 Juli lalu di Beijing sampai sekarang terdapat 20 kasus.

Semua pemerintah daerah di China melaksanakan kebijakan ketat lalu-lintas orang dan barang, baik domestik maupun internasional.

Baca juga: Penyetaraan ijazah perguruan tinggi China di KBRI Beijing dipersingkat hanya 2 hari

Baca juga: Jamaah shalat Idul Fitri di masjid-masjid di China membeludak

Pewarta: M. Irfan Ilmie

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021