Para petani di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) masih sangat minim, karena diperkirakan risiko gagal panen di daerah tersebut rendah.

"Yang mengikuti AUTP di Kabupaten Kuningan hanya ada 50 kelompok tani," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Ukas Suharfaputra di Kuningan, Minggu. 

Ia mengatakan minimnya petani yang mengikuti program AUTP tersebut, karena daerah itu tergolong berisiko rendah untuk masalah pertanian, sehingga para petani tidak terlalu antusias dengan adanya program dari Pemerintah Pusat tersebut. 

Menurutnya, dari 28 ribu hektare areal persawahan, hanya ada 100 hektare yang mengikuti AUTP, dan itu pun karena pembayaran preminya ditanggung oleh Pemerintah Pusat. 

Selain itu lanjut Ukas, petani di Kabupaten Kuningan belum terlalu paham betul terkait AUTP, untuk itu pihaknya harus terus melakukan sosialisasi terkait program tersebut. 

"Kalau di Kabupaten Kuningan yang mengalami puso masih di bawah 100 hektare, tapi itu juga ketika musim kemaraunya panjang," tuturnya. 

Ia menambahkan selama ini gagal panen secara masif di Kabupaten Kuningan, juga tidak pernah terjadi, begitu pula dengan serangan hama baik wereng maupun tikus dan lainnya. 

"Kejadian gagal panen yang masif di kita jarang, jadi petani juga masih merasa aman," katanya.

Baca juga: 30 persen petani di Kuningan belum dapat kartu tani, ini alasannya

Baca juga: Pupuk subsidi diperkirakan tak mencukupi kebutuhan petani Kuningan
 

Pewarta: Khaerul Izan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021