PT Pindad (Persero) akan fokus memproduksi sejumlah pesanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI), yaitu munisi, senjata api, dan kendaraan taktis pada tahun ini.

“Pertama yang jadi prioritas adalah memproduksi munisi, kedua senjata, karena kita sudah ada LoI (surat niat pembelian) dan surat pemesanan (dari Kemhan),” kata Direktur Umum PT Pindad (Persero) Abraham Mose saat ditemui usai menyambut rombongan “defence tour” Kementerian Pertahanan di Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Ia mengatakan PT Pindad telah menerima surat pemesanan untuk produksi 4 miliar munisi. Namun, kapasitas produksi PT Pindad, jika diamati dari tahun lalu hanya sekitar 400 juta butir per tahun, namun perusahaan berencana menambah kapasitas jadi 600 juta butir munisi per tahun.



Dalam pertemuan dengan wartawan dan pejabat Kemhan, Abraham menerangkan Kementerian Pertahanan memesan, di antaranya, munisi kaliber 5.56 milimeter. Walaupun demikian, Abraham memaparkan PT Pindad juga mampu memproduksi berbagai jenis munisi di samping kaliber 5.56 mm, antara lain, kaliber 7.62 mm, kaliber 9 mm, kaliber 12.7 mm, kaliber 0.38 inch, kaliber 60 mm, dan kaliber 81 mm.

Sementara itu, Abraham lanjut menerangkan pesanan 25 ribu pucuk senjata telah selesai diproduksi. Senjata itu, kata dia, akan diperuntukkan salah satunya untuk komponen cadangan (komcad).

Di samping munisi dan senjata, PT Pindad (Persero) juga mengutamakan produksi sejumlah kendaraan taktis pesanan Kemhan, di antaranya Anoa dan kendaraan tempur jenis medium tank.



“Ini merupakan PR (pekerjaan rumah) untuk Pindad dan luar biasa tahun ini. Artinya, (pesanan ini) bisa mengangkat pendapatan dan mudah-mudahan bisa mengangkat laba dari PT Pindad dengan adanya order-order (pesanan) dari Kementerian Pertahanan,” kata Abraham kepada wartawan di Bandung, Selasa.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Pertama (Marsma) TNI Penny Radjendra mengatakan PT Pindad telah menunjukkan kualitas produksinya, terbukti dengan produk-produknya yang telah diekspor ke luar negeri.

Ia menegaskan industri pertahanan perlu terus didukung oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, karena tidak hanya bermanfaat untuk pertahanan negara, tetapi juga untuk pembangunan ekonomi nasional.

Baca juga: Pindad buat ventilator non-invasif bantu pasien COVID-19

Baca juga: Pemprov Jawa Barat beli ventilator buatan PT DI dan PT Pindad

Baca juga: Ketua DPD desak pemerintah pusat tugaskan Pindad produksi massal ventilator

Pewarta: Genta Tenri Mawangi

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021