Komite Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar alias Gus Udin menekankan bahwa penanganan pandemi COVID-19 di wilayahnya kini terfokus pada lima hal.

"Pola penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah saat ini merujuk pada lima hal," ungkapnya di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/2).

Hal pertama, kata dia, yaitu menjaga masyarakat dari darurat COVID-19, yakni melindungi mereka dari ancaman virus yang dapat menjangkit kapan saja.

Kedua, menangani masyarakat yang sehat dan terkonfirmasi positif. Ketiga, menangani masyarakat yang terkonfirmasi positif dan bergejala. Keempat, menangani masyarakat yang terkonfirmasi positif dan meninggal dunia. Kelima, menanggulangi dampak pandemi.

Dosen Ilmu Politik Universitas Djuanda Bogor itu menyebutkan bahwa pemerintah sudah melakukan upaya-upaya pencegahan dengan berbagai kebijakan seperti pendisiplinan prokes, vaksinasi, serta pelayanan di crisis center dan pusat isolasi.

Di samping itu, Gus Udin menyebutkan bahwa pandemi yang berimbas pada ekonomi juga memberikan efek domino pada permasalahan lain, salah satunya itu meningkatnya masalah sosial.

“Kita juga terus memperhatikan angka kemiskinan, pengangguran, juga masalah sosial. Seperti yang sekarang ini, tingkat kriminalitas meningkat saat pandemi,” terang Gus Udin.

Baca juga: BPS catat penduduk Kabupaten Bogor berkurang 500 ribu jiwa selama pandemi

Baca juga: Pemkab Bogor bangun posko COVID-19 di tiap desa

Baca juga: Sepuluh nakes Kabupaten Bogor wafat terpapar COVID-19

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021