PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan Satgas Penanganan COVID-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Palang Merah Indonesia (PMI) menyediakan call center 117 ext 5 dalam program Plasma BUMN Untuk Indonesia.

Call center 117 ext 5 memungkinkan masyarakat dapat mengetahui informasi terkait donor plasma konvalesen, memudahkan masyarakat yang secara suka rela ingin mendaftarkan diri sebagai pendonor, serta outbond call untuk mencari calon pendonor.

"Hingga kini penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional menjadi fokus pemerintah yang terus diupayakan dengan berbagai cara. Salah satunya menyediakan layanan call center ini," kata Direktur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Menurut Edi, call center 117 ext 5 ini akan memudahkan masyarakat untuk mengetahui lebih dalam mengenai plasma konvalesen dan mendaftar jika ingin menjadi pendonor, untuk selanjutnya akan dipandu hingga proses donor di UDD (Unit Donor Darah) PMI yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Diharapkan ini dapat mempercepat proses pengumpulan donor plasma konvalesen yang dapat menolong masyarakat yang terdampak COVID-19.

Call center plasma konvalesen memiliki operator dan verifikator yang telah dibekali pelatihan soft skill dari Infomedia selaku anak usaha Telkom dan hard skill dari PMI dan BNPB.

Lokasi call center bertempat di Kantor BNPB Jalan Pramuka, Jakarta Timur, yang difasilitasi dengan jaringan internet serta kelengkapan perangkat seperti work station, PC (personal computer), headset dan lainnya.

Transfusi plasma konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien COVID-19 bergejala berat dan kritis, sebagai upaya meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian pada pasien COVID-19.

Adapun syarat pendonor antara lain, penyintas COVID-19 yang sudah negatif dalam kurun waktu 14 hari sampai dengan 3 bulan sejak dinyatakan negatif, berusia 18-60 tahun, berat badan lebih dari 55 kilogram, diutamakan pria (bila perempuan belum pernah hamil), tidak menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir, memiliki surat keterangan sembuh dari dokter dan bebas keluhan minimal 14 hari.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan program yang digelar di 34 provinsi ini merupakan wujud konsistensi Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN untuk melawan COVID-19 di Indonesia.

Potensi dan sumber daya BUMN sangat besar yang tersebar merata di seluruh provinsi di Indonesia dan harus menjadi garda terdepan dalam tiap kesempatan.

"Diharapkan semua yang sudah terinfeksi dan sesuai dengan persyaratan tentunya, mau mendonorkan plasmanya untuk sesama. Kami dari BUMN akan selalu siap membantu dengan semua sumber daya yang kami miliki," ujar Erick Thohir.

Baca juga: Telkom dan BPJS Kesehatan sinergi digitalisasi layanan program JKN-KIS

Baca juga: Telkom gunakan teknologi AI super komputer tercanggih pertama di Indonesia

 

Pewarta: Royke Sinaga

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021