Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), sayap organisasi PDI Perjuangan, Zuhairi Misrawie, menyebutkan setidaknya 109 kepala daerah yang diusung PDIP merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU) atau terbanyak di antara partai-partai politik lainnya.

Gus Mis, sapaan akrab Zuhairi, dalam pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Minggu, mengatakan keharmonisan Bung Karno dan Kiai NU bisa dilihat dari rejam jejak sejarah, khususnya saat Bung Karno menyampaikan pidato Pancasila 1 Juni 1945.

"Kiai-kiai NU berada di garda terdepan dalam memberikan dukungan pada Pancasila. Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari (pendiri NU) melakukan puasa dan shalat istikharah, memohon pertolongan kepada Allah SWT agar Pancasila dapat menjadi elang pemersatu bangsa," tutur Gus Mis.

Fakta itu, lanjut Gus Mis, berlangsung secara konsisten dengan dukungan penuh NU terhadap Bung Karno dan ideologi Pancasila.

"Dalam muktamar NU 1984, NU menyebutkan Pancasila sebagai ideologi yang di dalamnya sejalan dengan nilai-nilai keislaman. Ini membuktikan NU menjadi penjaga terdepan ideologi Pancasila. Tugas kita, menurut NU, adalah mengamalkan setiap sila di dalam Pancasila dalam kehidupan nyata," papar cendikiawan NU itu.

Tak hanya itu, momen tersebut lalu disempurnakan saat penetapan 1 Juni 1945 sebagai hari lahirnya Pancasila yang diusulkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

"Sehingga Pancasila benar-benar menghujam dalam sanubari warga-bangsa. Penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahirnya Pancasila membuktikan betapa NU dan PDI Perjuangan berada dalam satu nafas perjuangan," ujarnya.

Bukti konkret lainnya, menurut dia, PDIP saat ini memiliki 109 kepala daerah yang merupakan kader NU.

Ke depan, Gus Mis meyakini kebersamaan PDI Perjuangan dan NU akan semakin memperkokoh semangat kebangsaan.

"Keyakinan ini akan terus membuncah, karena keyakinan kita pada Pancasila sebagai penuntun kita yang di dalamnya meniscayakan gotong-royong, kolaborasi, kerja sama, dan kebersamaan. Kolaborasi PDI Perjuangan dan NU telah menjadikan negeri ini semakin solid dan kokoh sehingga menjadi negara yang berdaulat," tukas dia.

Hari ini, PDI Perjuangan menggelar perayaan Harlah Ke-95 NU di Kantor DPP PDI Perjuangan yang secara virtual juga diikuti oleh seluruh kader se-Indonesia.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Agama Hamka Haq menyebut perayaan Harlah Ke-95 NU merupakan peringatan sejarah atas semangat juang yang sama dari kaum nasionalis dan Islam.

Hadir dalam kegiatan itu, yakni Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Sekjen Hasto Kristiyanto, dan tokoh-tokoh PDI Perjuangan yang berasal dari kader NU baik di legislatif maupun eksekutif.

Baca juga: PDIP rayakan Harlah NU dihadiri Megawati dan Gus Miftah

Baca juga: Presiden Jokowi bangga pada Nahdliyin muda dan santri berdayakan ekonomi umat

 

Pewarta: Zuhdiar Laeis

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021